FIB NEWS – Surabaya, 4 Juni 2025, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) kembali menggelar kegiatan inspiratif bertajuk “Ruang Temu Kreatif: Inspirasi Alumni untuk Masa Depan”. Bertempat di Ruang Majapahit, Tower ASEEC, kegiatan ini menjadi momen spesial untuk mempererat silaturahmi antar alumni sekaligus membuka cakrawala baru tentang peluang di dunia digital.
Salah satu pembicara yang dihadirkan adalah Yunika Fedianti, seorang content creator yang telah aktif sejak tahun 2018. Dalam paparannya, Yunika membagikan pengalaman pribadinya sebagai kreator konten di bidang kecantikan dan gaya hidup. Ia telah menjalin kerja sama dengan berbagai brand ternama seperti BR Skincare, UBS Gold, hingga salon kecantikan dan klinik estetika.
Yunika menjelaskan bahwa menjadi content creator tidak harus terpaku pada satu bidang saja. “Setiap orang bisa memulai dari passion masing-masing. Tidak harus di beauty, bisa juga dari minat lain seperti traveling, kuliner, musik, film, atau bahkan teknologi dan game,” ujarnya. Menurutnya, kunci utama menjadi content creator yang sukses adalah menemukan segmen pasar dan karakter atau “warna” yang khas dalam konten.
Ia menekankan bahwa konten yang dibuat harus memiliki tujuan, misalnya menghibur, memberikan edukasi, atau membantu orang lain dalam menemukan solusi. “Jadi, konten bukan sekadar unggahan biasa, tapi harus ada nilai manfaatnya,” jelasnya.
Dalam sesi tersebut, Yunika juga mengulas perbedaan dari berbagai platform digital. Di Instagram, penghasilan diperoleh dari endorsement, sedangkan di TikTok bisa berasal dari komisi keranjang belanja dan sesi live. Sementara itu, YouTube memungkinkan kreator memperoleh pendapatan langsung dari YouTube, dengan syarat memiliki minimal 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang.
Menjawab kekhawatiran peserta, Yunika menegaskan bahwa memulai menjadi content creator tidak harus memiliki peralatan canggih. “Cukup bermodal ponsel dan kemauan untuk konsisten, kita sudah bisa membuat konten. Kualitas bisa menyusul seiring waktu dan pengalaman,” tuturnya.
Sebagai penutup, Yunika mengajak peserta untuk tidak ragu memulai. “Mulailah dari apa yang kamu suka. Kalau suka jajan, buat konten tentang jajanan. Kalau suka film, review film. Jangan tunggu sempurna. Yang penting, mulai dulu,” pesannya disambut tepuk tangan meriah.
Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para alumni dan mahasiswa untuk melihat dunia kreatif digital sebagai salah satu peluang masa depan. FIB UNAIR berharap, melalui kegiatan ini, para peserta dapat termotivasi untuk terus berkarya dan membagikan nilai positif kepada masyarakat luas.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




