Niseikai merupakan himpunan mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (FIB UNAIR). Niseikai merupakan akronim dari Nihon Gakusei Kai, yang memiliki arti kumpulan mahasiswa Jepang. Berdiri sejak dibentuknya program studi Bahasa Jepang Universitas Airlangga pada tahun 2006. Niseikai menggunakan burung bangau sebagai lambing hima yang berarti kebersamaan. Harapannya adalah ketika burung ini terbang (niseikai) kemudian merasa Lelah, maka kawanannya yang ada di belakang akan menggantikannya. Di saat satu burung bangau ada yang sakit maka kawanannya yang lain akan menemaninya hingga sang burung pulih atau meninggal. Begitu pula yang diharapkan oleh Himpunan Mahasiswa Niseikai, setiap anggota dapat saling tolong menolong dan membersamai anggogta lainnya dikala senang maupun susah sebagai satu kesatuan organisasi yang utuh.
Niseikai sebagai himpunan mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Airlangga mempunyai tugas sebagai wadah mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Unair untuk berproses dan berkembang selama menjalani kehidupan perkuliahan. Sebagai sebuah organisasi yang
dijalankan oleh mahasiswa, Niseikai menjadi jembatan mahasiswa kepada kedudukan yang lebih tinggi dalam lingkup prodi seperti dosen, tendik, dan perangkat prodi lainnya. Begitu juga sebaliknya, Niseikai menjadi penyalur dan penghubung bagi sensei kepada mahasiswa dalam berbagai aspek. Dalam menjalankan tugasnya, Niseikai memiliki beberapa program kerja untuk mencapai tujuannya. Program-program kerja ini dijalankan oleh BPH, departemen, dan unit QC yang memiliki wewenang pengawasan di dalam Niseikai. Adapun departemen yang tergabung dalam Niseikai adalah Fundal, Adpro, HRD, EPO, Medbrand, dan IT DEV.
IT DEV merupakan salah satu dari banyak departemen di niseikai yang menaungi minat dan bakat mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Airlangga. Tugasnya adalah mengenali kemudian mewadahi minat dan bakat anggotanya agar dapat tersalurkan dengan maksimal. Salah satu proker besar yang dimiliki IT DEV adalah daikyouso. Daikyouso adalah event lomba olahraga yang diselenggarakan HIMA Niseikai melaui departemen IT DEV bagi mahasiswa Sastra Jepang Unair yang diadakan satu tahun sekali sebagai tempat berkompetisi dan menyalurkan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Unair.
Sebagai program persiapan dan lanjutan, IT DEV membentuk beberapa klub untuk diikuti oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang. Klub-klub ini berkutat dalam bidang non-akademik baik seni maupun olahraga, diantaranya ada klub futsal, basket, bulutangkis, e-sport, yosakoi, animanga, doukushokai, dan dance cover. Futsal menaungi bagi mahasiswa yang menyukai olahraga futsal atau sepak bola, biasanya klub futsal mengadakan latihan rutinan setiap dua minggu sekali. Begitu pula dengan klub basket dan bulutangkis dibentuk untuk peminat olahraga basket serta bulutangkis. Bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan di dunia game IT DEV juga memilliki klub e-sport sebagai tempat berkumpul dan juga perantara main bersama bagi penyuka game mahasiswa Sastra Jepang Unair.
Di dalam klub e-sport memiliki beberapa cabang game di antaranya mobile legends, Minecraft, valorant, dan e-football. Selain klub bidang olahraga, terdapat juga klub di bidang kesenian seperti yosakoi yang merupakan klub tari tradisional jepang, yosakoi merupakan klub tertua yang ada di Bahasa dan Sastra Jepang Unair. Bagi yang suka menggambar dan memiliki minat dalam anime dapat bergabung pada klub animanga yang berfokus pada menggambar seperti mangaka. Doukushokai merupakan klub membaca yang biasanya memiliki kegiatan untuk mengulas suatu karya bacaan dan setelahnya akan meresensi karya tersebut. Klub terakhir ada dance cover, di dalam dance cover terbagi menjadi dua yaitu modern dance cover dan JPop dance cover.

Pada kesempatan kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk magang di HIMA Niseikai pada departemen IT DEV. Saya ditunjukkan bagaimana suatu klub menjalankan kegiatannya. Salah satunya futsal, pada awalnya penanggung jawab akan mencarikan lapangan yang tersedia untuk dijadikan tempat latihan bagi anggota-anggotannya lalu mengatur jadwal latihan kemudian mengajak annggota untuk hadir pada latihan rutin yang telah ditetapkan oleh penanggung jawab klub. Begitu juga dengan klub basket dan bulutangkis yang memiliki alur prosedur latihan yang sama. Adapun e-sport lebih banyak berkomunikasi secara online melalui WhatsApp untuk berkoordinasi dalam menyelenggarakan main bersama.
Saya memiliki kesempatan untuk merasakan dan menjadi bagian dari kepanitiaan daikyouso, yaitu event terbesar departemen IT DEV. Pada event ini saya bertugas sebagai volunteer divisi Humas yang bertugas menjadi penyambung antara pihak internal panitia dengan pihak eksternal seperti peserta lomba dan perangkat lomba. Perjalanan saya selama menjadi pemagang di IT DEV mengalami beberapa halangan. Sulitnya mengatur jadwal latihan menjadi momok paling besar bagi klub-klub di IT DEV. Halangan ini bisa berasal dari internal seperti jadwal anggota yang saling bertabrakan atau dari pihak eksternal seperti lapangan yang tidak tersedia untuk disewa sebagai sarana Latihan anggota klub.
Bagi saya pengalaman yang saya dapatkan selama menjadi pemagang di HIMA Niseikai tidak akan saya lupakan. Banyak pengalaman yang saya dapatkan mulai dari mengurus klub di IT DEV, hingga ikut pada event yang merupakan proker dari Niseikai. Harapan saya semoga di tahun depan saya dapat menjadi anggota tetap Niseikai, sehingga saya bisa merasakan proker-proker dan kegiatan Niseilkai secara utuh.




