Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Chuo University Presentasi Binatang Terancam Punah

FIB NEWS – Surabaya, 27 Februari 2025, Mahasiswa inbound dari Chuo University, Jepang, mengakhiri rangkaian kegiatan mereka di Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang dengan presentasi berbahasa Indonesia. Acara yang berlangsung di Ruang Chairil Anwar, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya.

Salah satu mahasiswa inbound, Yoshito Suganami, membawakan presentasi bertajuk “Binatang yang Terancam Punah”. Ia membahas berbagai spesies hewan yang mengalami penurunan populasi baik di Jepang maupun Indonesia akibat ulah manusia dan degradasi lingkungan.

Dalam presentasinya, Yoshito Suganami menyampaikan ketertarikannya terhadap dunia satwa setelah mengunjungi berbagai tempat di Surabaya, termasuk kebun binatang. Ia menyoroti beberapa hewan yang kini berada di ambang kepunahan, di antaranya:

  1. Orangutan – Primata yang menjadi ikon hutan Kalimantan dan Sumatra ini mengalami penurunan populasi hingga 80% dalam 100 tahun terakhir akibat penggundulan hutan. Pembangunan di Ibu Kota Nusantara juga diperkirakan dapat memengaruhi habitat mereka.
  2. Kucing Iriomote – Spesies kucing liar endemik Jepang ini hanya ditemukan di Pulau Iriomote dan populasinya kini diperkirakan kurang dari 100 ekor. Faktor utama kepunahan mereka adalah kecelakaan lalu lintas dan hilangnya habitat akibat aktivitas manusia.
  3. Yanbaru Kuina – Burung khas Jepang ini hanya memiliki sekitar 1.500 populasi yang tersisa. Penyebab utama berkurangnya jumlah mereka adalah masuknya hewan pemangsa yang dibawa oleh manusia serta rusaknya ekosistem asli.
  4. Badak Sumatra – Populasi badak Sumatra terus mengalami penurunan karena perburuan liar. Cula mereka sering kali menjadi incaran perdagangan ilegal, yang semakin mempercepat kepunahan spesies ini.

Melalui presentasinya, Yoshito menekankan pentingnya kesadaran global dalam melindungi hewan-hewan yang terancam punah. Ia mengajak para peserta untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem agar generasi mendatang masih dapat melihat keberadaan spesies-spesies langka ini.

Kegiatan presentasi ini menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa inbound dalam mempraktikkan kemampuan berbahasa Indonesia mereka. Selain itu, acara ini juga memberikan wawasan baru tentang permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh berbagai negara, termasuk Indonesia dan Jepang.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam dan berkontribusi terhadap upaya konservasi satwa liar di seluruh dunia.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 17, yaitu partnership for the goals.