Afrigh tengah memberikan pandangannya saat forum
Sumber: Afrigh Abrar Brahmantya
FIB NEWS – Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menapakkan jejak di dunia Internasional. Kali ini, Afrigh Abrar Brahmantya, mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Inggris angkatan 2022 menunjukkan suaranya dalam kegiatan ASEAN University Network Summer Camp 2025. Kegiatan Summer Camp ini mengumpulkan mahasiswa dari berbagai universitas Asia Tenggara di Ateneo De Manila University, Filipina. Program yang diinisiasi oleh ASEAN University Network (AUN) tersebut berjalan selama dua minggu dari Minggu (15/6/2025) hingga Sabtu (28/6/2025).
“Jadi basically kegiatan ini bertujuan menyatukan mahasiswa dari berbagai negara di Asia Tenggara untuk memberikan insight sama bertukar pikiran lah terkait topik yang dibahas. Contohnya kalau di universitas tempatku itu membahas tentang sustainability and leadership,” jelas Afrigh.
Niat Membuktikan Diri
Afrigh mengaku ketertarikannya mengikuti program AUN Summer Camp berawal dari kemauan untuk bisa pergi ke luar negeri. Berbekal sertifikat IELTS, Ia berambisi mengetes kemampuan Bahasa Inggrisnya secara langsung melalui kegiatan study abroad. Lebih lanjut, Afrigh mengaku bahwa ia juga ingin mendapat pengalaman serta wawasan baru dengan berbincang dan bertukar pikiran bersama kolega dari berbagai negara.
“Aku ‘kan udah ada IELTS tapi belum pernah ke luar negeri sebelumnya. Awalnya aku coba-coba apply semua exchange yang ada tahun ini, yang keterima itu yang aku ambil. Dari apply random itu aku jadi tahu. O, jadi, going abroad tuh kaya gini rasanya,” ungkapnya.
Dalam masa pendaftaran hingga pelaksanaan kegiatan, Afrigh sendiri tidak mengalami kesulitan yang berarti. Persiapan berkas-berkas untuk pendaftaran seperti sertifikat English Proficiency, esai, hingga paspor untuk keberangkatan ia siapkan dengan matang. Pelaksanaan program secara offline ketika masa UAS berlangsung pun tidak menjadi masalah besar. Afrigh sudah menyiapkan alternatif yakni dengan melakukan ujian saat pekan sebelum keberangkatan.
Pengalaman Berharga yang Didapat
Bermula dari keinginan sederhana, Afrigh berhasil membawa serta beragam pengalaman berharga yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Mulai dari materi mengenai kepemimpinan, pemahaman mengenai pentingnya sebuah aksi nyata bagi lingkungan, hingga pengetahuan mengenai berbagai budaya di negara-negara lain di ASEAN.
“Kalau yang didapat, wah banyak kali. I can get to know my leadership style, jadi aku bisa tahu gaya kepemimpinan apa sih yang aku bisa terapkan, how to communicate with people dengan global situation, dan aku juga tau banyak budaya dari luar negeri juga,” bebernya.
Afrigh merasa senang dapat bergaul dan berteman dengan mahasiswa dari berbagai negara meski tetap harus menyesuaikan gaya berkomunikasi karena adanya perbedaan aksen, pemahaman bahasa, hingga perbedaan cara pandang mengenai suatu permasalahan. Sebagai penutup, Afrigh berpesan kepada seluruh mahasiswa FIB untuk tidak takut mencoba semua kesempatan yang ada. Ia juga menekankan perlunya bersosialisasi mengembangkan jaringan relasi.
“Sebagai mahasiswa, penting untuk punya international exposure, because as a student you have to think globally. When you are there, kamu coba untuk be active, jangan cuma bergaul sama lingkupmu aja,” pungkasnya.
Konten ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin empat yakni pendidikan yang berkualitas.
Penulis: Arina Nida
Editor: Nuri Hermawan




