Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FIB UNAIR Publikasikan Riset Sarkasme

Rapat Diskusi pertama dilaksanakan pada Rabu (10/9/2025) bertempat di Gedung Fakultas Ilmu Budaya. (Foto: Dok. Narasumber)

FIB NEWS – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) kembali meraih capaian membanggakan melalui publikasi artikel ilmiah terindeks SINTA 4 di jurnal nasional. Mereka berhasil mempublikasikan artikel ilmiah di Lestari: Jurnal Bahasa dan Sastra terbitan Universitas Trunojoyo Madura edisi Oktober–Desember 2025.

Tim penulis melibatkan kolaborasi antar mahasiswa lintas angkatan. Tim ini terdiri atas Nabila, Indah Rosidatun Nissak, dan Fadhilatunnisa Adzkia Rahma dari angkatan 2024. Sementara itu, anggota tim dari angkatan 2025 terdiri atas Amelia Farah Putri Iswara, Aega Ridho Fatra Setiawan, serta Odmund Harun Asyam Kasamira.

Ide dan Proses

Kepada Humas Muda pada Kamis (19/2/2026), Nabila, selaku ketua tim, menjelaskan bahwa penelitian bermula dari tugas mata kuliah Penulisan Ilmiah (PI) pada semester dua. Bersama Indah dan Fadhilatunnisa, ia mengangkat fenomena kebahasaan yang dekat dengan keseharian mahasiswa, yakni ekspresi amarah melalui bahasa sarkasme atau umpatan. “Awalnya kami merasa bingung menentukan topik. Namun, dari pengamatan di sekitar, kami menemukan ide yang relevan untuk diteliti,” ungkapnya.

Dalam proses publikasi, tim membagi peran secara terstruktur. Nabila menjalankan peran sebagai penulis pertama sekaligus bertugas mengkoordinasikan tim, memantau progres naskah, serta mengelola sumber data. Indah sebagai penulis kedua merumuskan tujuan penelitian. Amelia, Aega, dan Odmund (angkatan 2025) mengumpulkan data dari media sosial X, khususnya unggahan komunitas SuroboyoFESS pada rentang waktu yang telah ditentukan. Sementara itu, Fadhilatunnisa menyelesaikan tahap akhir dengan mengolah dan menyempurnakan data.

Keterlibatan Mahasiswa Baru

Publikasi ini melibatkan mahasiswa baru angkatan 2025 yang masih menjalani semester pertama. Amelia, salah satu anggota tim, mengaku sempat ragu saat pertama kali bergabung dalam proyek penelitian dan publikasi ilmiah. Meski masih berstatus mahasiswa baru, ia tetap memberanikan diri menerima tantangan akademik sejak dini. “Awalnya saya deg-degan, apalagi harus bekerja dengan kakak tingkat. Namun, suasana tim ternyata sangat suportif dan terbuka,” tuturnya.

Dalam tim, angkatan 2025 berperan mengumpulkan data kebahasaan berupa ragam umpatan. Amelia menilai proses tersebut menuntut ketelitian dan konsistensi tinggi. Selain itu, ia juga harus menyesuaikan waktu riset dengan dinamika awal perkuliahan serta rangkaian kegiatan ospek.

Pengalaman riset pertamanya memberi Amelia pemahaman baru tentang proses penulisan artikel ilmiah. “Saya jadi lebih mengerti bahwa menulis ilmiah ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan,” ujarnya. Keterlibatan dalam publikasi ini membuat Amelia semakin tertarik untuk mendalami dunia penelitian.

Artikel ilmiah karya mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya terbit di Lestari: Jurnal Bahasa dan Sastra, Volume 03 No. 4 edisi Oktober–Desember 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

Pesan dan Motivasi

Nabila menekankan bahwa publikasi ilmiah tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar. Ia mendorong mahasiswa untuk berani mengeksplorasi topik penelitian dari fenomena di sekitar. “Mahasiswa tidak harus mengangkat isu besar. Mereka dapat meneliti hal sederhana yang jarang disadari, tetapi tetap bermakna,” tegasnya.

Senada dengan itu, Amelia mengajak mahasiswa baru agar tidak ragu terlibat dalam riset. “Jangan takut salah atau merasa belum mampu. Kesempatan belajar akan datang ketika kita berani mencoba,” tutupnya.

Prestasi ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yakni Quality Education.

Penulis: Kaisa Anindya Fitri

Editor: Gustyosih Chesta Pramesti