FIB NEWS — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) kembali menghadirkan sosok inspiratif melalui program Humanities Podcast (Humanicast). Episode kali ini mengundang Moch Lukman Hakim, alumni Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, yang kini sukses sebagai pengusaha dengan brand Promosipedia. Podcast tersebut dipandu oleh Lady Khairunnisa Adiyani, mahasiswa Kajian Sastra dan Budaya FIB UNAIR.
Lukman Hakim memulai karier bisnisnya sejak masih duduk di bangku kuliah. Melihat peluang minimnya toko suvenir yang terpusat untuk mahasiswa UNAIR, ia mendirikan Airlangga Souvenir Corner, cikal bakal dari Promosipedia. Dukungan dari Dekan FIB kala itu, Aribowo, membantu Hakim mendapatkan tempat untuk memulai bisnisnya di area kampus.
“Saya memulai bisnis ini karena melihat kebutuhan mahasiswa akan merchandise kampus yang terjangkau dan mudah diakses,” ujar Hakim. Bermula dari menjual gantungan kunci dan kaos bertema UNAIR, bisnisnya perlahan berkembang hingga mampu melayani pasar yang lebih luas.
Dalam perjalanannya, Hakim mengungkapkan bahwa keberanian memulai bisnis sejak kuliah menjadi kunci suksesnya. “Jangan menunggu lulus untuk memulai. Gunakan waktu kuliah untuk membangun jaringan dan mental wirausaha,” tambahnya.
Promosipedia kini telah menjadi salah satu penyedia suvenir korporat terkemuka di Indonesia, dengan fokus pada produk-produk custom untuk perusahaan. Menurut Hakim, tantangan terbesar adalah membangun brand yang kuat di tengah persaingan pasar yang ketat. “Kita harus fokus pada target pasar yang spesifik dan terus berinovasi,” jelasnya. Strategi ini terbukti efektif, mengingat Promosipedia telah mengembangkan empat sub-brand lainnya, seperti Media Souvenir dan Raja Souvenir.
Hakim juga membagikan tips untuk membangun rasa percaya diri dan keberanian dalam berbisnis. Ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, jaringan yang kuat, dan ketahanan mental. “Bisnis bukan soal popularitas, tapi tentang keputusan intelektual,” tegasnya.
Dalam podcast ini, Hakim juga membahas pentingnya migrasi digital dalam bisnis. Saat pandemi COVID-19 melanda, ia mengalihkan fokus bisnisnya dari offline ke online. “Website dan digital marketing adalah toko yang beroperasi 24 jam,” ungkapnya. Langkah ini menjadi solusi di tengah tantangan bisnis selama pandemi.
Dengan kisah inspiratif ini, FIB UNAIR terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di dunia profesional. Episode Humanicast kali ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk berani bermimpi dan mengejar karier di berbagai bidang, termasuk wirausaha.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education. Video selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=UWaMQIAwz4I&t=170s




