Universitas Airlangga Official Website

Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Adakan PKKM Kewirausahaan “Writerpreneurship”

Panitia PKKM memaparkan sosialisasi kompetisi “writerpreneurship”.

Sumber foto: dokumentasi pribadi

FIB NEWSProgram Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) mengadakan sosialisasi kompetisi PKKM  kewirausahaan “writerpreneurship” pada hari Rabu (24/09/2024). Sosialisasi yang digelar secara daring ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia dari berbagai angkatan. 

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan yang hangat oleh Ketua prodi yakni bapak Mochtar Lutfi. Beliau mengatakan bahwa kompetisi ini merupakan sebuah kompetisi yang spesial karena kompetisi ini khusus untuk mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia. Beliau juga mengatakan bahwa kompetisi ini merupakan sebuah ajang untuk menunjang skill kepenulisan mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia.

Selanjutnya, sosialisasi ini di pandu oleh Ervan Kus Indarto. Beliau menjelaskan bahwa Kompetisi ini merupakan rangkaian kegiatan dari program kreativitas dan keterampilan mahasiswa 2024 yang dinaungi oleh Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia untuk meningkatkan skill dalam kepenulisan serta kewirausahaan, merealisasikan ide kreatif produk, berinovasi menciptakan produk baru, dan meningkatkan kompetensi, wawasan, dan pengalaman dalam kewirausahaan.

Selain itu, Ervan juga memaparkan beberapa hal yang berhubungan dengan kompetisi seperti tema, alasan, jadwal dan alur kegiatan, ketentuan, dan panduan kompetisi. Kompetisi ini mengangkat tema berupa memori kolektif masyarakat, di mana tema ini sendiri memiliki tujuan yakni untuk menunjukkan tanggung jawab mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia atas moral dalam pengembangan kebudayaan khususnya dalam lingkup sastra dan kepenulisan, serta kebahasaan. Sebagai upaya pelestarian kebudayaan, diharapkan muncul inovasi dalam bidang kewirausahaan yang melibatkan tradisi sastra, penulisan, serta kebahasaan yang berkembang di masyarakat. 

Panitia dari PKKM ini, yakni Muhammad Fuad, menambahkan sedikit contoh terkait writerpreneurship yang masih awam di kalangan mahasiswa. Beliau memberi contoh writerpreneurship dari berbagai perusahaan seperti narabahasa, dan perusahaan bahasa lainnya. Selain itu, Rizal Agung Kurnia, selaku panitia juga menambahkan beberapa gambaran mengenai produk yang bisa dibawa pada kompetisi ini seperti produksi film dari cerita rakyat atau karya sastra, perusahaan penerbitan buku tentang naskah-naskah kuno, dan produk-produk yang mengandung nilai-nilai dari berbagai genre sastra. 

Bapak Ervan, selaku PIC PKKM kewirausahaan “writerpreneurship”, menyampaikan ekspektasi dan harapan untuk mahasiswa dalam PKKM ini. “Ekspektasinya adalah mendorong partisipasi sebanyak mungkin untuk terlibat dalam ajang kompetisi kewirausahaan writerpreneurship ini. Harapan dari ajang kompetisi ini adalah munculnya kompetensi yang dimiliki mahasiswa di bidang kewirausahaan khususnya di bidang writerpreneurship,” ujar Ervan.

Kegiatan kompetisi PKKM kewirausahaan “writerpreneurship” ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 4 yakni quality education yang mana kompetisi ini merupakan sebuah tunjangan mahasiswa untuk meningkatkan kepenulisan serta memberi ruang untuk berinovasi dan berkreativitas dalam menciptakan produk baru yang inovatif dan kreatif. 

Penulis: Muhammad Irfan