Sesi penyampaian materi oleh tutor Benkyoukai pada Rabu, 7/8/2024 di ruang 302
FIB NEWS – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) angkatan 2023 dan 2022 menyambut semangat belajar mahasiswa baru 2024 dengan rangkaian kegiatan Benkyoukai. Kegiatan tersebut berlangsung selama 7 hari, dari tanggal 6-11 Agustus, dan dipuncaki pada tanggal 17 Agustus kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang 302 FIB itu bersifat wajib dihadiri bagi seluruh mahasiswa baru Bahasa dan Sastra Jepang 2024.
Muhammad Alvin Reyhansyah, selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan benkyoukai ini adalah untuk memperkenalkan pembelajaran dasar bahasa Jepang. Hal itu bertujuan juga sebagai bekal pengetahuan saat pembelajaran kuliah nanti.
“Pembelajaran mahasiswa baru tentang dasar bahasa Jepang seperti hiragana (dan) katakana, membaca huruf-huruf Jepang. Agar mereka yang belum tahu mengenai bahasa Jepang, jadi tahu, dan bisa mengikuti pembelajaran Bahasa dan Sastra Jepang,” ungkapnya.
Sebelum rangkaian Benkyoukai dimulai, Alvin sudah membagi para mahasiswa baru menjadi kelompok-kelompok kecil beserta para tutor yang telah diseleksi. Runtutan kegiatan Benkyoukai mahasiswa baru dipusatkan pada penyampaian materi huruf hiragana dan katakana.
“Tiga hari pertama difokuskan untuk latihan membaca dan menulis huruf hiragana, tiga hari selanjutnya untuk huruf katakana, kemudian ditutup dengan review keduanya di hari terakhir,” jelasnya.
Sementara itu, Siti Nadhyatul, mahasiswi Bahasa dan Sastra Jepang yang kerap disapa Nadhya, mengenai pengalamannya menjadi salah satu tutor Benkyoukai. Ia menyebutkan bahwa selain menyampaikan materi yang telah disiapkan, ia juga memberikan games sebagai bentuk pembelajaran agar para maba yang ditutorinya tidak merasa bosan.
“Kendalanya mungkin di media pembelajaran sih, kita cuma pakai papan tulis sama laptop. Game karuta juga kita bikin sendiri,” ungkap Nadhya.
Nadhya juga menambahkan meski ada keterbatasan dalam media pembelajaran, ia senang diberikan kesempatan untuk mengajar dan berinteraksi dengan mahasiswa baru. “Antusias mereka bikin aku senang dan semangat buat ngajar dan jadi lebih baik lagi,” pungkasnya.
Penulis: Tarisha Faradis




