Kegiatan Sekolah Jurnalistik FIB bertajuk “Membingkai Narasi Kontemporer Melalui Jurnalisme Digital” sukses berlangsung di ruang Chairil Anwar, Lt. 2 FIB, Sabtu (9/11/2024).
FIB NEWS – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) sukses adakan program Sekolah Jurnalistik, acara itu rutin terselenggara tiap tahun untuk mengembangkan kemampuan diri mahasiswa dalam bidang menulis dan berkenalan dengan dunia media. Bertempat di ruang Chairil Anwar, Lt. 2, FIB UNAIR, sebanyak 35 Mahasiswa FIB turut serta dalam pelatihan, Sabtu (9/11/2024).
Tahun ini, Sekolah Jurnalistik mengusung tema “Membingkai Narasi Kontemporer Melalui Jurnalisme Digital”. Dalam program itu, menghadirkan lima narasumber, yaitu Feri Fenoria Rifa’i S.Hum, Editor UNAIR News; Lailatul Fitriani S.Hum, Wartawan Koran Jawa Pos; Rima Firdaus S.Hum., MHum., FIB Ambassador of UNAIR SDGs; Aulia A Intani S.H., LL.M., Founder dan Host Siniar TitikJeda; dan Muhammad Zumroatul Abidin, Editor IDN Times Jatim. Lewat program tersebut, mahasiswa mendapat bekal dasar-dasar ilmu jurnalistik.
Sekolah Jurnalistik ini juga bertujuan menjaring bakat mahasiswa dalam bidang kehumasan dan komunikasi. Rima Firdaus S.Hum., M.Hum. selaku penanggung jawab kegiatan itu, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi peluang besar mahasiswa untuk menggali kemampuan dan pengalaman.
“Pengalaman saat ini menjadi pintu Anda dalam mengembangkan kapasitas keilmuan di luar ruang perkuliahan,” tutur dosen Bahasa dan Sastra Indonesia itu. Rima berharap mahasiswa dapat belajar bersama narasumber berkompeten yang lebih dulu berkecimpung di bidang media.
Pembekalan Menulis
Zumroatul Abidin, editor IDN Times, menyampaikan antusiasmenya saat diundang sebagai narasumber di acara itu. Ia mengungkapkan, IDN Times telah menjalin kerja sama dengan FIB untuk memberikan kesempatan magang bagi mahasiswa.
Kemudian, Abidin memaparkan dasar-dasar jurnalistik kepada peserta yang hadir. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa lead atau teras berita harus mampu menonjolkan sisi atraktif. “Kalimat lead menjadi pembuka jalan bagi paragraf selanjutnya. Dari sana, kita harus mampu membangkitkan perhatian pembaca,” ujarnya.
Selain itu, Abidin juga mengungkapkan bahwa jurnalistik harus memiliki news value. “Nilai-nilai berita dalam jurnalistik mencakup kebaruan, aktual, menarik, mengandung kebenaran, dan berdampak,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa menulis tidak bisa dilakukan tergesa-gesa. Meresapi masalah adalah kunci untuk menciptakan tulisan yang bermakna. Lebih lanjut, di sesi akhir, Abidin memberi penjelasan dalam menulis dengan bahasa jurnalistik. Menurutnya, hanya perlu bahasa yang ringkas, lugas, dan sederhana.
Kesan Peserta
Selepas pemaparan materi, peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Salah satu peserta, Naswa Thalita, mengungkapkan kesannya dalam penyelenggaraan acara. “Aku dapat pengalaman baru tentang SEO, cara menulis berita yang menarik, dan bagaimana agar tulisan muncul di website. Penyampaian narasumber membuatku paham pentingnya menulis berita dengan bahasa yang sederhana,” terangnya.
Ia pun menyoroti pentingnya latihan dalam jurnalistik. “Ternyata jadi jurnalis itu butuh latihan supaya tulisan tidak kaku, lebih luwes, dan tidak semua orang langsung bisa menjadi editor. Intinya, aku jadi mendapat pengalaman baru dan lebih memahami teknik menulis berita, terutama lewat pengoptimalan SEO,” tambahnya.
Kegiatan Sekolah Jurnalistik ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah




