Universitas Airlangga Official Website

Siklus Kehidupan Masyarakat Sunda

FIB News – Pada 3 September 2024, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR), sukses menyelenggarakan lokakarya bertajuk “Nusantara dan Tradisi Lokal: Upacara Lingkaran Hidup.” Acara ini berlangsung di Ruang Chairil Anwar dan dihadiri oleh dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Lokakarya ini menghadirkan Ilham Nurwansah, M.Pd., seorang ahli dari DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang membahas spektrum budaya Sunda melalui berbagai manuskrip kuno. Dalam paparannya, Ilham mengungkap berbagai teks penting, termasuk mitos penciptaan dan beragam upacara yang menjadi bagian dari siklus kehidupan masyarakat Sunda.

Salah satu teks yang dibahas adalah “Sanghyang Raga Dewata,” yang menceritakan tentang mitos penciptaan alam. Teks ini memaparkan bagaimana dunia diciptakan dari kegelapan oleh kekuatan Sang Bayu, yang kemudian melahirkan elemen-elemen alam seperti bumi, matahari, bulan, dan bintang. Selain itu, terdapat cerita tentang Batara Guru yang digambarkan sebagai sosok pengendali para dewa.

Ilham juga membahas manuskrip lain, yaitu “Kala Purbaka,” yang mengisahkan kelahiran Batara Kala dari kama yang tidak tertahankan. Anak yang dilahirkan ini memiliki rupa yang buruk, namun dibekali dengan kekuatan besar oleh Batara dan para dewata.

Selain mitos penciptaan, lokakarya ini juga membahas berbagai upacara yang masih dijalankan oleh masyarakat Sunda hingga kini, seperti upacara kehamilan, inisiasi, perkawinan, hingga kematian. Setiap upacara memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam, terutama dalam konteks pemahaman terhadap siklus kehidupan manusia.

Dengan adanya lokakarya ini, diharapkan para peserta dapat memahami lebih dalam tentang tradisi dan kearifan lokal yang terkandung dalam manuskrip kuno, serta bagaimana tradisi tersebut terus hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern.

Kegiatan lokakarya ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.