Surabaya – Rasa takut terhadap dokter gigi atau dental phobia masih menjadi penghambat utama bagi banyak orang untuk mendapatkan perawatan kesehatan mulut yang optimal. Fenomena dental anxiety ini sering kali dipicu oleh pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, ketakutan akan rasa sakit, hingga suara bising alat bor medis. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan penundaan perawatan yang berujung pada kerusakan gigi yang lebih parah dan kompleks.
Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR menyadari tantangan ini dengan mengintegrasikan kurikulum psikologi kesehatan dan komunikasi terapeutik bagi seluruh mahasiswanya. Di RSGM Pendidikan UNAIR, setiap mahasiswa dan dokter gigi dilatih untuk melakukan pendekatan yang humanis dan menenangkan kepada pasien. Teknik komunikasi ini bertujuan untuk membangun rasa percaya, sehingga pasien merasa didengarkan dan memiliki kontrol penuh atas prosedur yang akan dijalani.
Selain pendekatan personal, FKG UNAIR juga terus mengadopsi teknologi kedokteran gigi modern yang lebih minim rasa sakit (painless dentistry). Penggunaan teknik anestesi yang lebih halus serta peralatan yang tidak terlalu bising menjadi strategi fakultas untuk mengubah stigma negatif di masyarakat. Dengan lingkungan klinik yang suportif, FKG UNAIR berkomitmen membantu masyarakat mengatasi ketakutannya demi mewujudkan senyum yang lebih sehat dan percaya diri.




