Universitas Airlangga Official Website

Dekan FKH Unair Lepas Tim Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Menuju Blitar

SURABAYA — Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga secara resmi melepas keberangkatan tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Mahasiswa menuju Kabupaten Blitar, Rabu (29/7/2026). Prosesi pelepasan berlangsung pukul 05.00 WIB di Gazebo Baru FKH Unair dan dipimpin langsung oleh Dekan FKH Unair, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes.

Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini diketuai oleh Widi Akbar Setiadji, dengan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Boedi Setiawan, drh., MP. Rombongan mahasiswa akan melaksanakan pelayanan pengobatan hewan sekaligus penyuluhan kesehatan hewan bagi masyarakat di 2 kecamatan dan 10 desa, Kabupaten Blitar pada tanggal 29 Juli-4 Agustus 2026.

Melalui layanan pengobatan, mahasiswa memberikan pemeriksaan dan penanganan langsung terhadap hewan milik warga. Adapun penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemeliharaan hewan yang sehat, pengenalan gejala penyakit sejak dini, serta pentingnya penanganan yang tepat sebelum kondisi hewan memburuk.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan fakultas. Turut hadir Wakil Dekan II Prof. Dr. Epy Muhammad Luqman, drh., M.Si., Wakil Dekan III Yulianna Puspitasari, drh., M.VSc., Ph.D., serta Ketua BEM FKH Unair Revo Haedar Elmirza.

Pengabdian masyarakat merupakan bagian tidak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dihayati sejak masa studi. Mahasiswa FKH Unair yang mengikuti pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadikan kegiatan ini sebagai ruang penerapan ilmu sekaligus sarana belajar memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan hewan dan kesejahteraan peternak di wilayah Blitar, sekaligus memperkuat peran FKH Unair dalam pengabdian kepada masyarakat.

Program ini sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Layanan pengobatan hewan mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penjagaan produktivitas ternak sebagai penopang ketahanan pangan, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) mengingat kesehatan hewan berkaitan erat dengan pencegahan penyakit zoonosis pada manusia. Adapun kegiatan penyuluhan berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan kepada masyarakat, sekaligus SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan warga setempat.

Dhandy Koesoemo Wardhana