Kucing Patek(10 tahun) dilarikan ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga akibat pada tanggal 16 September 2024, lukanya cukup besar untuk ukuran kucing sekecil dan setua itu. sempat berjarak sejengkal dari kematian karena dilindas pengendara yang tidak bertanggung jawab. Luka yang lebar itu menyebabkan kucing patek harus melakukan jahitan di sepanjang tarsal hingga digiti. Di usia yang menginjak 10 tahun patek harus di injeksi premedikasi dan dan anestesi untuk menjahit vulnus apertum. Vulnus apertum adalah jenis luka terbuka yang biasanya terjadi akibat trauma tumpul atau tajam yang menyebabkan robekan pada kulit dan jaringan tubuh yang lebih dalam. Luka ini dapat melibatkan berbagai lapisan kulit, otot, hingga struktur tulang, tergantung pada tingkat keparahan cedera. Pada kucing yang terlindas mobil, luka ini seringkali cukup besar dan dalam, serta dapat mengakibatkan pendarahan hebat, infeksi, dan bahkan kerusakan organ dalam.
Setiap hari patek harus mengganti perban di pagi hari, untuk obat yang luar yang diberikan adalah bubuk salep pibaksin, bubuk nebacetin, cutimed, kasa steril, perban, dan leukoplas. Sebelum diganti perbannya, harus dibersihkan dengan NaCl dan betadine terlebih dahulu. Hal ini berulang hingga 7 Desember 2024 ketika lukanya mulai mengecil tapi tidak kunjung kering, maka dari itu perawatan diubah menjadi luka terbuka dengan hanya membersihkan luka dan mengolesi minyak wah tor sebanyak 3 kali sehari. Hingga saat ini patek masih diolesi minyak wahtor.
Patek si preman Wonokromo memiliki makanan favorit yang unik yaitu kepala lele tak jarang teman-teman memberinya kepala lele ketika memakan penyetan. Patek memiliki suara yang sangat unik dan sangat menggema di seluruh penjuru RSHP sehingga membuat seluruh warga RSHP pasti langsung “Oh Patek”, “Pasti Patek”. Selain itu, patek tidak kuat dengan udara dingin, perutnya mudah kembung dan membesar. Mungkin ini yang dikatakan orang-orang akibat dari faktor usia. Maka dari itu setiap pagi si kakek berjemur selama 15 menit untuk mendapatkan kehangatan dari sang matahari.
Patek dikenal dengan muka yang sangar seperti kucing preman pada umumnya, namun sifatnya sangat lembut dan manja kepada semua orang tapi yah tidak semua orang suka dengan suaranya yang menggelegar itu bulunya memang tidak sebagus kucing pada umumnya dan warnanya pun sangat tidak bisa dikatakan bagus, namun tetap gigih aku bersihkan dengan tampon yang diambil di ruang koas itu.
Kisah perjuangan kucing Patek untuk bertahan hidup setelah mengalami luka parah akibat kecelakaan mencerminkan beberapa aspek dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 3: Good Health and Well-being
Kesehatan dan kesejahteraan tidak hanya berlaku bagi manusia tetapi juga bagi hewan. Perawatan medis yang diberikan kepada Patek menunjukkan pentingnya kesehatan hewan dalam ekosistem manusia, termasuk dalam konsep One Health, yang menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Upaya pengobatan luka, perawatan harian, dan perhatian terhadap kebutuhan khusus Patek menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan hewan. - SDG 11: Sustainable Cities and Communities
Keberadaan kucing jalanan di lingkungan perkotaan menuntut adanya komunitas yang lebih inklusif dan peduli terhadap hewan liar maupun hewan yang mengalami kecelakaan. RSHP Universitas Airlangga, dalam hal ini, telah berperan sebagai tempat yang ramah bagi hewan, memberikan layanan perawatan serta membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kepedulian terhadap hewan terlantar. - SDG 12: Responsible Consumption and Production
Dalam perawatan Patek, digunakan berbagai obat dan bahan medis seperti pibaksin, nebacetin, cutimed, dan minyak wah tor. Ini menunjukkan bagaimana penggunaan sumber daya kesehatan hewan harus dilakukan secara bijak agar memberikan manfaat maksimal dan meminimalkan limbah medis yang dapat berdampak pada lingkungan. - SDG 15: Life on Land
Perlindungan terhadap hewan, baik domestik maupun liar, merupakan bagian dari upaya konservasi kehidupan di darat. Patek adalah simbol bagaimana kehidupan hewan liar di kota-kota besar masih membutuhkan perhatian, terutama dalam hal perlindungan, kesehatan, dan kesejahteraan. Perawatan yang diberikan juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kehidupan hewan yang sering diabaikan oleh masyarakat. - SDG 17: Partnerships for the Goals
Perawatan Patek bukan hanya hasil kerja individu, tetapi juga keterlibatan banyak pihak, mulai dari mahasiswa, tenaga medis veteriner, hingga komunitas di RSHP yang turut memberikan perhatian dan dukungan. Ini mencerminkan pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu kesejahteraan hewan dan pemahaman yang lebih luas tentang konservasi serta kehidupan perkotaan yang lebih harmonis.
Patek mungkin bagi sebagian orang hanya kucing kampung biasa yang suka makan lele dan tidur ataupun ribut dengan kucing kampung lainnya. Tapi bagiku dia mengajari arti kehidupan, bertahan hidup dan berjuang untuk tetap hidup. Tidak semua kucing sekuat dia, perlu diacungi jempol kegigihannya untuk bertahan hidup dan kembali ke keluarganya (Rahma Ayu Saputri).




