Surabaya, 29 November 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga. Fullan Ausati Putri Sri Trisna Dewi, mahasiswa S1 Kedokteran Hewan angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 (Medali Emas) pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 yang digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 23–28 November 2025.
PIMNAS merupakan puncak kompetisi dari rangkaian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK). Ajang ini menjadi wahana bergengsi bagi mahasiswa Indonesia untuk mempresentasikan hasil riset terbaiknya. Tahun ini, peserta datang dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang telah dinyatakan lolos seleksi nasional berdasarkan penilaian kemajuan pelaksanaan PKM.

Dalam ajang ini, Fullan membawakan riset berjudul: “Inovasi Hydrogel Adhesive berbasis Chitosan/Gelatin/Polyacrylamide dan Tannic Acid sebagai Kandidat Perekat Jaringan untuk Perbaikan Perforasi Membran Timpani.”
Riset ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus gangguan pendengaran, salah satunya perforasi membran timpani atau robekan pada gendang telinga yang menyebabkan terganggunya transmisi suara dari telinga luar menuju telinga dalam. Selama ini, penanganan perforasi membran timpani masih terbatas dan memiliki sejumlah tantangan, terutama dari segi kekuatan mekanik, fungsionalisasi material, serta kemampuan regenerasi jaringan.
“Inovasi kami hadir untuk memperbaiki kelemahan tersebut. Harapannya, hydrogel yang kami kembangkan ini dapat bertindak sebagai lem biologis yang membantu proses penyembuhan pasien perforasi membran timpani secara lebih optimal,” jelas Fullan.
Fullan bersama timnya bersaing melalui proses seleksi yang sangat ketat. Dari lebih dari 30.000 usulan proposal, hanya sekitar 1.500 yang berhasil didanai oleh KEMENDIKTISAINTEK. Setelah menerima pendanaan, tim melaksanakan riset selama 4 bulan, kemudian kembali diseleksi berdasarkan tiga luaran utama: laporan akhir, artikel ilmiah, serta akun dan konten media sosial.

“Alhamdulillah, tim kami termasuk dalam 420 proposal yang dinilai potensial dan layak untuk masuk PIMNAS. Kami kemudian mempresentasikan riset dan memamerkan poster ilmiah kami di depan juri dan peserta dari seluruh Indonesia,” jelas Fullan.
Karya Fullan diusulkan melalui skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE), yang kemudian mengantarkan mereka menjadi Juara 1 dan meraih Medali Emas.
PIMNAS ke-38 berlangsung selama enam hari, menghadirkan suasana kompetisi ilmiah yang intens namun inspiratif. Seluruh peserta mempresentasikan karya mereka dan mengikuti sesi penilaian oleh dewan juri nasional.
“Awalnya saya tidak menyangka karena banyak sekali kompetitor dari perguruan tinggi lain yang inovasinya sangat menarik,” ungkap Fullan. “Ketika diumumkan bahwa kami meraih medali emas, hati kami bergetar. Rasanya bahagia, haru, dan bersyukur karena perjuangan selama sembilan bulan akhirnya terbayar lunas.”
Salah satu momen paling berkesan bagi Fullan adalah malam awarding, ketika seluruh finalis dikumpulkan untuk menyaksikan pengumuman predikat juara. Bagi Fullan, mendengar nama Universitas Airlangga disebut sebagai peraih medali emas menjadi kebanggaan tersendiri—terlebih karena membawa nama FKH UNAIR dalam ajang ilmiah bergengsi tingkat nasional.

Dalam risetnya, Fullan tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan tim multidisiplin yang terdiri dari 1 mahasiswa kedokteran hewan, 3 mahasiswa teknik biomedis, dan 1 mahasiswa keperawatan. Proses riset juga melibatkan dukungan dari dosen pendamping Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio., CCD., Rumah Sakit Hewan FKH UNAIR, serta laboran dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran Hewan.
“Banyak sekali pihak yang membantu dan membimbing. Tanpa mereka, riset kami tidak mungkin berjalan dengan baik,” tambah Fullan.
Menutup kisah perjalanannya, Fullan memberikan pesan khusus bagi mahasiswa FKH UNAIR yang ingin meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Jangan mudah menyerah dan teruslah mencoba segala kesempatan yang ada. Manfaatkan privilege menjadi mahasiswa. Fasilitas yang diberikan UNAIR sangat lengkap—tinggal bagaimana kita memanfaatkannya sebaik mungkin,” ujarnya.
Prestasi Fullan di PIMNAS 38 tidak hanya membawa kebanggaan bagi FKH UNAIR, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa kedokteran hewan memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam riset lintas bidang dan menghasilkan inovasi yang berdampak.
Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si




