Universitas Airlangga Official Website

Mantapkan Pengmas Gelombang II, Tim FKH Unair Gelar Rapat Perdana Persiapan Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro

Surabaya, Kamis, 12 Februari 2026 – Semangat kolaborasi dan komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali ditegaskan melalui Rapat Perdana Persiapan Pengabdian Masyarakat yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun perencanaan yang matang, terstruktur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Rapat tersebut dipimpin oleh Prof. Widjiati, drh., M.Si., PAVet. (K) selaku Ketua Pelaksana. Turut hadir sebagai Wakil Ketua Prof. Wiwik Misaco Yuniarto, drh., M.Kes, serta Lita Rakhma Yustinasari, drh., M.Vet., Ph.D sebagai bagian dari tim pelaksana inti. Kegiatan ini dihadiri oleh total 42 peserta yang terdiri atas 37 dosen, 1 tenaga pendidik, dan 5 mahasiswa yang akan terlibat aktif dalam pelaksanaan program pengabdian.

Dalam sambutannya, Prof. Widjiati menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat harus dirancang secara sistematis dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi besar di berbagai sektor, termasuk kesehatan hewan, ketahanan pangan, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan dan pertanian. Oleh karena itu, program yang dirancang harus mampu memberikan solusi konkret dan berkelanjutan.

“Pengabdian masyarakat bukan hanya agenda rutin institusi, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik kita untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan bermanfaat secara langsung,” ujar Prof. Widjiati.

Prof. Wiwik Misaco Yuniarto dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya koordinasi lintas bidang dan sinergi antaranggota tim. Menurut beliau, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh komunikasi yang efektif, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi berkala selama pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Lita Rakhma Yustinasari, drh., M.Vet., Ph.D menyoroti pentingnya pendekatan berbasis riset dan data dalam menyusun program pengabdian. Ia menyampaikan bahwa intervensi yang dilakukan sebaiknya didasarkan pada hasil pemetaan awal kondisi masyarakat, sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.

Sesi diskusi menjadi bagian yang paling interaktif dalam rapat perdana ini. Prof. Widjiati bertindak sebagai narasumber utama yang memaparkan gambaran umum rencana kegiatan, termasuk timeline pelaksanaan, bentuk intervensi yang akan dilakukan, serta indikator keberhasilan program. Setelah pemaparan tersebut, para peserta secara aktif memberikan tanggapan dan masukan.

Beberapa dosen mengusulkan program edukasi kesehatan hewan dan peningkatan biosekuriti peternakan sebagai upaya pencegahan penyakit dan peningkatan produktivitas ternak. Usulan lain yang muncul adalah pelatihan manajemen usaha bagi peternak dan pelaku UMKM lokal agar mampu meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas akses pasar.

Tenaga pendidik yang hadir juga memberikan masukan terkait aspek administratif dan teknis, termasuk sistem pelaporan kegiatan, dokumentasi, serta koordinasi dengan pihak pemerintah daerah. Sementara itu, mahasiswa menyampaikan antusiasme mereka untuk terlibat langsung dalam kegiatan lapangan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai ide konstruktif yang bertujuan untuk memastikan kelancaran kegiatan Pengabdian Masyarakat. Salah satu poin penting yang disepakati adalah perlunya kerja sama dengan pemerintah desa, dinas terkait, serta kelompok masyarakat setempat agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sinergis dan berkelanjutan.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini juga dirancang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program yang akan dilaksanakan berkontribusi pada:

  • SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi kesehatan hewan dan masyarakat guna mendukung kesehatan yang lebih baik.
  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyuluhan, pelatihan, dan transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
  • SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas pelaku usaha lokal dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi daerah.
  • SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna dalam sektor peternakan dan usaha produktif masyarakat.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari rapat ini, dibentuk beberapa tim kecil yang akan bertanggung jawab menyusun proposal teknis, materi edukasi, serta perangkat evaluasi kegiatan. Setiap tim diberikan target waktu penyelesaian agar seluruh persiapan dapat berjalan sesuai jadwal.

Rapat perdana ini ditutup dengan penegasan kembali komitmen seluruh peserta untuk berkontribusi aktif dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Prof. Widjiati menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, rapat ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kesiapan tim sebelum turun langsung ke lapangan. Melalui perencanaan yang matang, diskusi terbuka, serta semangat kolaboratif yang kuat, diharapkan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat Bojonegoro maupun bagi civitas akademika yang terlibat.

Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas kesehatan hewan dan lingkungan, serta terciptanya hubungan kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Bagi mahasiswa dan dosen, kegiatan ini juga menjadi sarana implementasi keilmuan secara langsung, memperkaya pengalaman lapangan, serta memperkuat relevansi akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang telah ditunjukkan dalam rapat perdana ini, kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro diharapkan mampu menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Prof. Widjiati, drh., M.Si., PAVet. (K)