Mengisi libur semester ganjil, mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan magang mandiri yang berlangsung pada 13 Januari hingga 24 Januari 2026 di PT. Patriot Intan Abadi, sebuah perusahaan ayam petelur skala besar yang berlokasi di Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana industri perunggasan dijalankan, mengingat sektor ini terus berkembang dan memiliki peran penting dalam penyediaan protein hewani bagi masyarakat.
Selama kegiatan magang berlangsung, berbagai kegiatan lapangan dilakukan secara langsung di area kandang. Kegiatan yang paling sering dijalankan meliputi vaksinasi rutin dan penimbangan bobot ayam. Mengingat jumlah ayam yang dipelihara sangat banyak, area kandang dibagi menjadi tiga kandang besar yang disesuaikan dengan umur ayam di dalamnya. Seluruh ayam yang dipelihara merupakan ayam petelur pada fase grower dan ditempatkan di kandang bertipe closed house dengan sistem baterai yang tergolong modern, di mana satu kandang besar dapat menampung hingga sekitar 30.000 ekor ayam atau lebih.
Salah satu kegiatan rutin yang memberikan pengalaman baru adalah keterlibatan langsung dalam pelaksanaan vaksinasi rutin. Vaksinasi dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan untuk menjaga kesehatan ayam serta mencegah muncul dan menyebarnya penyakit di dalam kandang. Beberapa jenis vaksin yang diberikan antara lain vaksin ND dan IB yang diaplikasikan melalui injeksi menggunakan alat suntik otomatis, dan juga vaksin LT yang diberikan melalui metode tetes hidung, serta jenis vaksin lainnya. Melalui kegiatan ini, dapat terlihat secara langsung pentingnya manajemen kesehatan ternak dalam sistem peternakan skala besar.
Selain vaksinasi, dilakukan pula penimbangan bobot ayam secara berkala, dan tentunya didampingi oleh petugas kandang. Penimbangan ini dapat dilakukan misalnya setiap seminggu sekali, dan ada daftar kandang nomor berapa yang ditimbang. Penimbangan tidak dilakukan pada semua ayam, melainkan hanya pada beberapa ekor sebagai perwakilan dari setiap kandang. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan ayam agar sesuai dengan target bobot yang telah ditetapkan. Kemudian, data hasil penimbangan diinput dan diolah untuk melihat rata-rata bobot hingga tingkat keseragaman (uniformity).
Tidak hanya terbatas pada dua kegiatan tersebut, dilakukan pula bedah organ pada dua ekor ayam yang dipilih secara acak dari kandang yang berbeda, yaitu dari bagian depan dan belakang kandang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati kondisi organ dalam serta menganalisis apakah ayam tergolong sehat atau menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan kesehatan tertentu. Dari kegiatan ini, diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara kondisi kesehatan ayam dan sistem pemeliharaan yang diterapkan.
Seluruh kegiatan yang dilakukan selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3 (Good Health and Well-being) melalui perawatan ayam yang baik, seperti program vaksinasi rutin dan kontrol kesehatan secara berkala, sehingga ayam tetap sehat dan mampu menghasilkan telur yang aman serta berkualitas untuk dikonsumsi. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs ke-12 (Responsible Consumption and Production) karena seluruh proses produksinya menekankan efisiensi, pengendalian, dan tanggung jawab. Hal ini terlihat dari manajemen pakan yang terukur, penerapan vaksinasi dan pengawasan kesehatan untuk mencegah penyakit, serta penggunaan sistem kandang modern (closed house) yang membantu mengontrol lingkungan pemeliharaan.




