Universitas Airlangga Official Website

Menyapa Lapangan, Mengabdi untuk Masyarakat: Magang Mandiri Mahasiswa Kedokteran Hewan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Kegiatan magang mandiri yang dilaksanakan oleh mahasiswa kedokteran hewan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan capaian pembelajaran akademik, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan agenda pembangunan berkelanjutan global atau Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs merupakan seperangkat tujuan pembangunan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendorong kesejahteraan manusia, perlindungan lingkungan, serta pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 16, yaitu Peace, Justice, and Strong Institutions, serta SDGs nomor 17, yaitu Partnerships for the Goals, yang berorientasi pada pentingnya penguatan lembaga publik dan kemitraan lintas sektor. Dalam bidang kedokteran hewan, implementasi SDGs tercermin melalui upaya menjaga kesehatan hewan, mencegah penyakit zoonotik, menjamin keamanan pangan asal hewan, serta mendukung keberlanjutan sektor peternakan.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap tujuan tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan magang mandiri di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini berlangsung pada 12 Januari hingga 26 Januari 2026 dan diikuti oleh mahasiswa Kedokteran Hewan yang berjumlah 5 orang yaitu Ferani Puji Nur Shabrina, Amelia Az-zahra Ramadhani, Caroline Putri, Livia Darlene Putri Pangalela, dam Bernadette Tarissa Gading Supratman. Kegiatan magang dilaksanakan di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo dengan pembagian bidang dan lokasi kerja, meliputi Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan.

Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi langsung, partisipasi aktif dalam kegiatan dinas, serta pendampingan oleh dokter hewan dan paramedis veteriner. Pada Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), mahasiswa terlibat dalam kegiatan pelayanan kesehatan hewan, pengendalian dan penanganan penyakit hewan, serta monitoring kondisi kesehatan ternak. Pada Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), mahasiswa mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan pengawasan kesehatan masyarakat veteriner, meliputi pengawasan keamanan pangan asal hewan, penerapan higiene dan sanitasi, serta pemantauan kelayakan produk hewan.

Sementara itu, di UPT Puskeswan Mranti, mahasiswa terlibat aktif dalam pelayanan kesehatan hewan, yang melayani berbagai kasus kesehatan pada hewan kesayangan maupun ternak. Aktivitas ini mencakup pemeriksaan klinis melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis sementara, serta pelaksanaan tindakan pengobatan dan terapi pendukung di bawah pengawasan dokter hewan dinas. Berbagai kasus yang ditemui pada hewan kesayangan, khususnya kucing, antara lain penyakit kulit seperti scabies, gangguan saluran pernapasan atas yang mengarah pada Feline Upper Respiratory Syndrome (FUS), suspected infeksi virus pada kucing usia muda, suspected Chlamydia dengan gejala gangguan mata, gangguan pencernaan akibat parasit internal, serta kasus trauma dan luka akibat benturan. Selain itu, terdapat pula penanganan kasus pada hewan burung yang menunjukkan gejala mengarah pada suspected Newcastle Disease (ND) atau tetelo.

Mahasiswa kedokteran hewan juga dibekali dengan kegiatan kunjungan lapangan yang berhubungan langsung dengan masyarakat secara luas. Kegiatan magang sering melaksanakan kunjungan lapangan ke berbagai desa di Kabupaten Purworejo sebagai tindak lanjut laporan peternak terkait gangguan kesehatan ternak. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu bersama drh. Zain Amri di Desa Prapag Lor, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, dalam rangka pemeriksaan dan pengobatan sapi yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan secara sistematis melalui anamnesis kepada peternak dan pemeriksaan fisik langsung pada hewan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan pada kaki depan serta munculnya nodul pada tubuh sapi, yang mengarah pada diagnosis Lumpy Skin Disease (LSD). Penanganan dilakukan melalui pemberian obat-obatan secara parenteral dan per oral sesuai kondisi hewan, disertai edukasi kepada peternak mengenai perawatan ternak yang sakit, pentingnya isolasi sementara, serta upaya pencegahan penyebaran penyakit ke ternak lain. Kegiatan ini menunjukkan peran dokter hewan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan ternak dan kesejahteraan peternak melalui pendekatan kuratif dan preventif.

Aspek kesehatan masyarakat veteriner menjadi salah satu bagian yang difokuskan pada program magang, salah satunya melalui kunjungan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Baledono, Kabupaten Purworejo. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengamati secara langsung penerapan prinsip Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), mulai dari pemeriksaan ante-mortem, proses penyembelihan sesuai kaidah kesejahteraan hewan dan halal, pemeriksaan post-mortem, hingga penanganan dan distribusi daging. Pengamatan terhadap kondisi organ dalam, seperti hepar dan organ reproduksi, dilakukan untuk memastikan kelayakan dan keamanan daging yang akan dikonsumsi masyarakat.

Magang ini juga memperkenalkan mahasiswa pada sistem pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan melalui sistem informasi ISIKHNAS. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai alur administrasi, penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), serta sertifikat veteriner. Pemahaman terhadap sistem ini menjadi penting dalam mendukung pengendalian penyakit hewan menular dan menjaga keamanan distribusi hewan serta produk hewan antar wilayah.

Selain pelayanan medis, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo juga berperan dalam memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Edukasi diberikan secara langsung kepada peternak dan pemilik hewan mengenai cara pemeliharaan hewan yang baik, kebersihan kandang, pemberian pakan yang sesuai, serta pentingnya vaksinasi dan pemeriksaan rutin. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan sebagai bagian dari kesehatan lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan adanya edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan penyakit hewan.

Melalui pelaksanaan magang mandiri, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai peran strategis dokter hewan dalam mendukung ketahanan pangan, perlindungan kesehatan masyarakat, dan pembangunan sektor peternakan. Kegiatan magang mandiri di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo dirasakan oleh kedua mahasiswa Universitas Airlangga sebagai pengalaman pembelajaran yang komprehensif. Keterlibatan langsung dalam pelayanan kesehatan hewan, pengendalian penyakit, edukasi masyarakat, serta penguatan sistem layanan veteriner menjadi gambaran dan acuan mengenai peran dokter hewan di instansi pemerintah yang dapat bermanfaat untuk masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memasuki dunia profesional serta berkontribusi dalam penguatan layanan kesehatan hewan yang berkelanjutan.