Surabaya, 17–19 September 2025 — Mahasiswa PPDH Gelombang 43 Tandem 5 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga mengikuti rangkaian Keterampilan Medis (TRAMED) sebagai fondasi sebelum memasuki stase klinik di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP). Selama tiga hari berturut-turut, peserta memperoleh materi, arahan, serta praktik langsung di bawah bimbingan dosen klinik. Program ini selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas — target 4.4 (peningkatan keterampilan teknis) dan SDG 3: Kehidupan Sehat & Sejahtera — target 3.c (penguatan tenaga kesehatan) & 3.d (kesiapsiagaan sistem kesehatan).
Dipandu Prof. Dr. Wiwik Misaco Yuniarti, drh., M.Kes., mahasiswa memantapkan handling & restrain yang aman untuk meminimalkan cedera, mengukur tanda vital (suhu, pulsus, frekuensi jantung), serta pemberian obat injeksimelalui rute SC/IM/IV. Materi dilengkapi kateterisasi, pengenalan infusion set, venipuncture, serta pemeriksaan penunjang seperti Schirmer tear test (STT) dan Wood’s lamp. Latihan pada dummy meningkatkan kepercayaan diri dan memastikan prosedur dilakukan lege artis.
SDGs terkait: SDG 3: Kehidupan Sehat & Sejahtera — target 3.d (kapasitas layanan klinik yang aman); SDG 4: Pendidikan Berkualitas — target 4.4 (keterampilan teknis klinis).
Bersama Dr. Boedi Setiawan, drh., M.P., sesi berfokus pada scrubbing up, gowning, gloving, dan draping yang benar, disertai pengenalan instrumen bedah serta material suture beserta fungsi dan penggunaannya. Penekanan pada disiplin aseptik menggarisbawahi bahwa pencegahan infeksi adalah kunci keselamatan pasien—bukan sekadar rutinitas.
SDGs terkait: SDG 3 — target 3.9 (mengurangi paparan/risiko kesehatan melalui praktik steril); SDG 12 — target 12.4 (pengelolaan aman bahan kimia/limbah medis); SDG 6 — target 6.3 (peningkatan kualitas air melalui pengendalian polutan/limbah cair klinik).
Di bawah bimbingan Dr. Nusdianto Triakoso, drh., M.P., mahasiswa mempelajari prinsip sinar-X, teknik pengambilan radiograf yang baik, dan faktor kualitas citra (densitas, kontras, detail, distorsi). Ditekankan pula penyesuaian teknik terhadap variasi ras anjing, mengingat perbedaan anatomi dapat memengaruhi gambaran. Diskusi kasus dan latihan membaca radiograf membantu membedakan pola normal vs. patologis sebagai dasar keputusan klinis.
SDGs terkait: SDG 4 — target 4.4 (keterampilan diagnostik lanjutan); SDG 3 — target 3.d (kesiapsiagaan klinik) & 3.9 (keselamatan radiasi/minim paparan berbahaya).
Oleh: Dilla Amalia Bilqis Ikhsan/161249101 PPDH 43 Tandem 5




