Menjalani proses pendidikan profesi dokter hewan merupakan tahap yang penting untuk menguji kemampuan akademis, melatih komunikasi dan empati serta keterampilan klinis secara langsung. Saya Annisa Septiara berkesempatan melewati berbagai pengalaman selama koas di divisi klinik serta RSHP, dari kuliah untuk mereview kembali materi yang sudah pernah diberikan saat S1, mengikuti kegiatan keterampilan medik, menerima poli, menjaga IGD, ikut serta dalam operasi hingga menjadi penanggung jawab pasien opname saat di RSHP.
Pada minggu-minggu awal divisi klinik, saya mengikuti kuliah review materi yang telah dipelajari selama S1. Kuliah dibawakan oleh para dosen divisi klinik selama 2 minggu, menurut saya kuliah pada awal masuk divisi klinik ini sangat membantu selama saya menjalani kegiatan di RSHP, karena menjadi penghubung antara teori yang diperoleh saat S1 dengan praktik klinis, kami mahasiswa dibekali kembali konsep dari cara menerima poli sampai ilmu penyakit dan tata laksananya agar saat di RSHP tidak terjadi gap pengetahuan. Sekitar 3 minggu kami juga dibekali kegiatan keterampilan medik, dari cara pemeriksaan suhu, pulsus, respirasi, cek turgor, cek CRT, pemeriksaan fisik secara menyeluruh, pemeriksaan X-RAY, USG, teknik menjahit, pemeriksaan EKG, pemeriksaan mata, cara mengambil darah serta menginfus.
Selama di RSHP, kegiatan yang menantang itu menerima poli, karena pasien yang datang tidak hanya kucing dan anjing tetapi berbagai jenis hewan degan segala keluhannya. Penerimaan poli merupakan gerbang awal pelayanan, dari sini saya belajar berkomunikasi dengan owner sekaligus mengasah keterampilan dasar pemeriksaan fisik. Saya melakukan anamnesis dengan bertanya secara sistematis mengenai keluhan yang ada, riawayat vaksinasi dan obat cacing, behaviour selama di rumah, kondisi lingkungan di rumah, dll, sembari teman saya melakukan pemeriksaan temperatur pulsus dan respirasi, turgor, crt, berat badan serta pemeriksaan fisik lainnya secara lengkap. Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tetap tenang, sabar mendengarkan dan menjelaskan kondisi medis dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami, serta menjadi tantangan untuk saya saat menghadapi owner yang emosional selama di poli. Setelah itu, saya juga belajar untuk berkomunikasi report pasien ke dokter jaga sejelas dan selengkap-lengkapnya berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang sudah dilakukan, setelah berkonsultasi dilakukan pemeriksaan penunjang dan terapi, dari sini saya juga belajar cara melakukan pemeriksaan penunjang seperti x-ray, pemeriksaan natif, dll. Kegiatan yang berkesan bagi saya adalah saat dilakukan pemeriksaan penunjang dengan tonometri dengan dokter Lina untuk mengukur tekanan di dalam mata dikarenakan saya belum pernah melihat dan melakukan secara langsung sama sekali. Selain itu selama menerima poli saya juga mempraktikan teknik dasar seperti restrain, pemberian obat oral maupun injeksi, pemasangan kateter, pemasangan infus, pengambilan darah, serta pembersihan luka. Setelah pemeriksaan penunjang sudah dikakukan dan diagnosa sudah didapatkan, saya juga belajar untuk menentukan terapi yang tepat untuk diagnosa tersebut.
Saya juga berkesempatan untuk menjadi asisten dalam beberapa operasi, seperti ovariohisterektomi karena indikasi pyometra, cystotomi, enukleasi bulbi. Sebagai asisten, saya ikut serta dalam dokumentasi, menyiapkan obat pra anestesi, membantu dokter dalam melakukan operasi, menjaga hewan dan memberikan terapi pasca operasi sampai kondisi pasien stabil.
Kegiatan rutin lainnya yang dilakukan di RSHP yaitu menjadi PJ pasien rawat inap dibawah pengawasan dokter penanggung jawab. Selama menjadi PJ saya merawat pasien dua kali sehari, mencatat setiap tindakan dan terapi yang diberikan di rekam medis, memberikan terapi injeksi, perawatan luka, dan terapi lainnya sesuai yang sudah diinstruksikan dokter di RSHP. Kegiatan ini membuat saya belajar bagaimana melakukan terapi yang tepat, bertanggung jawab dalam merawat pasien serta dapat melatih cara berkomunikasi yang baik dengan owner secara langsung.
Kegiatan yang sangat berkesan untuk saya adalah saat ujian bedah OH bersama teman-teman. Pada ujian tersebut, saya dan teman – teman menyiapkan semuanya sendiri dari mulai persiapan sterilisasi alat, persiapan obat pra anestesi serta post operasi, melakukan pemasangan infus, bagaimana melakukan operasi yang aseptis dari awal sampai akhir serta menentukan sendiri terapi obat yang tepat setelah operasi dan perawatan luka jahitannya.
Seluruh rangkaian pengalaman ini membuat saya belajar mekanisme kerja menjadi dokter hewan tidak hanya dalam ilmu medis, tetapi juga bagaimana cara berempati, berkomunikasi yang baik, disiplin waktu serta kerja sama dengan teman – teman lainnya. Saya berharap rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan selama saya di RSHP dapat bermanfaat bagi saya kedepannya sebagai dokter hewan di masa depan.
Kegiatan-kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs):
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera – memastikan hewan memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, yang berdampak pada kesehatan masyarakat melalui konsep One Health.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas – pembelajaran berbasis praktik nyata yang meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa.
SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab – penerapan prosedur medis yang aseptis dan penggunaan obat secara tepat.
Penulis: Annisa Septiara




