Dalam rangka menyemarakkan peringatan Dies Natalis ke-54, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR) bersinergi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur 1 menyelenggarakan “Forum Diskusi Ilmiah (Part 1)”. Acara yang mengangkat topik krusial dalam dunia medis veteriner ini bertajuk “Diagnosis of Heart Disease: History and Physical Examination”.
Bertempat di Ruang Kuliah Divisi Klinik FKH UNAIR, forum yang berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025 ini menghadirkan pakar veteriner terkemuka, Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto, drh., DEA. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian agenda akademik strategis menuju puncak perayaan Dies Natalis FKH UNAIR yang dijadwalkan pada 10 Januari 2026 mendatang.

Penyakit jantung pada hewan kecil (small animal) kini menjadi salah satu kasus yang semakin sering ditemui di kalangan dokter hewan praktisi. Oleh karena itu, kemampuan mendiagnosis secara akurat menjadi kompetensi wajib bagi dokter hewan masa kini. Dalam paparannya, Prof. Bambang Sektiari menekankan bahwa kecanggihan teknologi harus tetap didasari oleh kemampuan klinis yang kuat.
“Alat penunjang itu penting, namun anamnesa (sejarah pasien) dan pemeriksaan fisik adalah fondasi utama. Seorang dokter hewan harus tajam dalam melakukan auskultasi untuk membedakan suara jantung normal dan abnormal sebelum melangkah ke diagnosa lanjut,” ujar Prof. Bambang di sela-sela presentasinya.
Dalam sesi materi, Prof. Bambang membedah secara mendalam mengenai interpretasi elektrokardiogram (EKG) dan fonokardiogram. Peserta diajak untuk memahami nuansa split sound pada detak jantung serta mengidentifikasi anomali ritme yang kerap terlewatkan jika pemeriksaan fisik tidak dilakukan dengan teliti. Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi bedah kasus, di mana teori akademis dipertemukan dengan realita klinis di lapangan.

Acara ini sukses menarik atensi lintas generasi, dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa FKH UNAIR, dosen, hingga dokter hewan praktisi klinik yang tergabung dalam PDHI Jatim 1. Keberagaman latar belakang peserta ini menciptakan ekosistem diskusi yang hidup; mahasiswa mendapatkan gambaran nyata dunia kerja, sementara praktisi mendapatkan penyegaran ilmu (update knowledge) berbasis riset terbaru dari universitas.
Dekanat FKH UNAIR menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk komitmen institusi dalam menjaga kualitas pendidikan berkelanjutan (Continuing Professional Development). Kolaborasi dengan PDHI Jatim 1 membuktikan bahwa FKH UNAIR tidak hanya menjadi menara gading keilmuan, tetapi juga rumah bagi para praktisi untuk terus mengembangkan diri.
Forum Diskusi Ilmiah ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan ilmiah yang dirancang untuk memeriahkan ulang tahun fakultas. Dengan kuota terbatas yang langsung terpenuhi, acara ini membuktikan tingginya minat komunitas veteriner terhadap pendalaman ilmu kardiologi.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-54 FKH UNAIR ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga momentum untuk memperkuat jejaring profesional dan meningkatkan standar pelayanan kesehatan hewan di Indonesia. Seluruh civitas akademika dan alumni kini bersiap menyongsong acara puncak Dies Natalis pada tanggal 10 Januari nanti.
Penulis: Arindita Niatazya Novianti, drh., M.Si




