Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga menghadirkan inovasi pengabdian kepada masyarakat melalui program SELARAS (Senam Lansia Ceria dan Sehat) yang terintegrasi dengan kegiatan Posyandu balita di Desa Mojopuro Gede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Inisiatif ini tidak hanya menjadi agenda kesehatan rutin, tetapi juga wujud kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
Kegiatan yang digelar pada Minggu, 18 Januari 2026, di Pos 3 Balai Desa Mojopuro Gede tersebut disambut antusias oleh lebih dari 120 peserta yang terdiri atas lansia, ibu, dan balita. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif dan akses layanan kesehatan dasar yang merata bagi kelompok rentan.
Rangkaian acara diawali dengan senam lansia berkonsep low impact yang dirancang sesuai kondisi fisik peserta. Aktivitas ini bertujuan menjaga kebugaran, meningkatkan sirkulasi darah, serta mendorong lansia agar tetap aktif dan produktif dalam keseharian. Upaya ini selaras dengan target SDGs 3 yang menekankan peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat sepanjang siklus usia.
Tidak berhenti pada aktivitas fisik, mahasiswa juga memberikan edukasi kesehatan terkait pencegahan diabetes serta pentingnya menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan mudah dipahami, sebagai bentuk implementasi SDGs 4 melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat desa.
Pelaksanaan program yang bersamaan dengan pemeriksaan rutin Posyandu turut memperkuat sinergi antara mahasiswa, kader kesehatan, dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar yang inklusif dan setara, sejalan dengan semangat SDGs 10 untuk mengurangi kesenjangan, khususnya bagi lansia, ibu, dan balita sebagai kelompok rentan.
Program ini dilaksanakan di bawah pendampingan dosen BBK 7, Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh Mkes, yang memberikan arahan konseptual sekaligus memastikan materi edukasi yang disampaikan selaras dengan prinsip promotif dan preventif dalam kesehatan masyarakat. Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan pendekatan berbasis SDGs dalam setiap kegiatan pengabdian, sehingga program tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Salah satu kader Posyandu Desa Mojopuro Gede menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat membantu, terutama untuk lansia agar tetap aktif bergerak dan ibu-ibu menjadi lebih paham tentang kesehatan anak,” tuturnya.
Melalui program SELARAS yang terintegrasi dengan Posyandu, mahasiswa Universitas Airlangga berupaya mendorong terwujudnya masyarakat desa yang lebih sehat, berdaya, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pencegahan penyakit. Program ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa, dengan pendampingan akademik yang kuat, dapat berperan strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Penulis: Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh MKes




