Program Profesi Dokter Hewan (PPDH) merupakan jenjang pendidikan lanjutan bagi lulusan Sarjana Kedokteran Hewan (S.KH). Program ini bertujuan untuk membentuk dokter hewan yang profesional dan terampil, dengan fokus pada pengembangan kemampuan praktis dan sistematis dalam diagnosis, pengobatan, serta pencegahan penyakit pada hewan. PPDH berlangsung selama 1-1,5 tahun dan dalam kurun waktu tersebut mahasiswa diajarkan dan diharuskan belajar sebanyak mungkin selama berada dalam Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga. Mulai dari belajar memberikan terapi cairan, terapi bandage, handling restrain, mempraktekkan tipe-tipe suture yang digunakan setelah proses bedah, X-Ray beserta interpretasinya, USG EKG, belajar menangani berbagai kasus kesehatan hewan, mengasah kemampuan dalam menganalisa dan mengerucutkan diagnosa dengan berkonsultasi kepada
dokter hewan senior berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, memberikan terapi pada pasien sesuai dengan diagnosanya, merawat pasien yang opname,
memberikan treatment rutin, bertanggung jawab akan rekam medis belajar untuk membuat resep dan berkomunikasi yag baik.
Selama coassistensi berlangsung, setiap mahasiswa masing masing diberi tanggung jawab untuk menjadi penanggung jawab pasien yang jenis hewan beserta penyakitnya yang beraga. Salah satunya tumor kaki yang diderita oleh Anjing jenis German Shephered usia 10 tahun dengan berat 35kg berjenis kelamin jantan yang sudah pernah menjalani prosedur kastrasi (Orchiectomy). Tumor ganas yang menyerang anjing Dominic terletak pada bantalan digital (paw) / toe beans pada area digiti belakang kanan. Awal mulanya anjing tersebut datang, tindakan yang dilakukan adalah oeprasi pengangkatan tumor dan melakukan amputasi pada salah satu metacarpal yang terjangkit tumor. Setelah dilakukan prosedur operasi tersebut anjing Dominic di rawat inap untuk menjalani perawatan luka tumor tersebut. Perawatan luka tumor terdiri dari pembersihan luka, perawatan luka meliputi pemberian obat yang terkait dan
melakukan terapi bandage.
Bandage atau perban merupakan serangkaian tindakan medis yang ditujukan untuk membalut luka atau cidera pada tubuh. Terapi bandage dilakukan supaya luka pada tubuh tidak terkontaminasi adanya kotoran, bakteri dan gesekan dari luar yang dikhawatirkan akan memperparah kondisi luka tersebut. Bandage juga membantu menghentikan adanya pendarahan, mempercepat proses penyembuhan luka dan mengurangi nyeri. Dikarenakan anjing tersebut mengidap penyakit ganas yang tidak bisa sembuh total dan harus terus menerus rutin melakukan electro cauter untuk memotong tumornya, maka terapi bandage akan terus di aplikasikan pada digiti Anjing Dominic, supaya ketika melakukan exercise untuk melatih otot serta urinasi dan defekasi, luka tumor dominic tidak terkontaminasi agen penyebab infeksi dari luar.
Terdapat banyak tipe dan bahan bandage yang disesuaikan dengan kondisi medis pasien tersebut seperti hanya untuk luka luar hingga bandage yang memiliki teknik khusus untuk fraktur atau terapi pada masalah tulang. Beragam jenis bahan bandage dan masing-masing memiliki fungsi tersendiri, seperti perban elastis dan lembut, perban gulung dan perban perekat.
Dalam pengaplikasiannya anjing tersebut memakai semua jenis perban tersebut untuk membuat bantalan supaya tumor tersebut tidak terlalu tertekan yang menyebabkan bleeding
(pendarahan).
Bahan yang dibutuhkan dalam terapi bandage Anjing tersebut diantaranya, kassa steril, kassa roll, soft band, dan perban rekat. Kassa steril merupakan layer pertama yang di letakkan tepat diatas luka yang sudah bersihkan dan diterapi. Diusahakan kassa steril harus menutup semua luka yang tampak, kemudian di lanjutkan dengan layer kedua yakni kombinasi antara kasa steril dan soft band yang lapisan ketebalannya disesuaikan oleh keadaan luka tersebut. Langkah selanjutnya apabila kombinasi soft band dan kassa steril sudah di balutkan dan direkatkan oleh leukoplast supaya tidak lepas, maka dilanjutkan dengan membandage bagian luar menggunakan kassa roll. Kassa roll dibalutkan pada digiti Anjing tersebut guna memfiksasi dan menjaga bandage tetap pada tempatnya dan dibalutkan tidak terlalu tebal dengan tujuan agar anjing tersebut tidak kesusahan pada saat berjalan. Apabila kassa roll sudah dibalutkan dan di ikat, maka bagian terakhir dalam terapi bandage ini adalah membalutkan perban elastis rekat atau medi-crepe untuk fiksasi dan menahan supaya kassa roll yang sudah di ikat sebelumnya tidak mudah lepas dan menjaga bandage dom tetap bersih. Bandage akan terus dijaga kebersihannya dan diganti berkala apabila kotor dan ada pendarahan pada tumor tersebut.
Program Profesi Dokter Hewan (PPDH) dan perawatan pasien anjing dengan tumor, secara langsung berhubungan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 3: Good Health and Well-being
Pentingnya penyelenggaraan pelayanan kesehatan hewan yang berkualitas, termasuk diagnosis, pengobatan, dan perawatan luka pasca-operasi. Penyediaan terapi yang tepat, seperti terapi bandage, membantu meningkatkan kesejahteraan hewan serta mendukung konsep One Health, yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Selain itu, program PPDH melatih dokter hewan profesional yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik di masa depan. - SDG 4: Quality Education
Program PPDH bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan medis yang mendalam dalam menangani berbagai kasus klinis. Pendidikan kedokteran hewan yang berkualitas ini memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi dalam mendiagnosis, merawat, dan memberikan pengobatan yang sesuai bagi pasien hewan. Dengan demikian, program ini mendukung akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan. - SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure
Pentingnya penggunaan teknologi medis dalam kedokteran hewan, seperti electrocauterization untuk pengangkatan tumor dan berbagai teknik bandaging. Inovasi dalam prosedur medis ini menunjukkan bagaimana bidang kedokteran hewan terus berkembang untuk memberikan perawatan yang lebih efektif bagi hewan, yang pada akhirnya juga meningkatkan standar praktik kedokteran hewan secara global. - SDG 12: Responsible Consumption and Production
Pentingnya pemahaman dalam pemilihan dan penggunaan berbagai jenis perban dan bahan medis dalam perawatan luka. Pemilihan bahan yang sesuai dan penggunaannya yang bertanggung jawab berkontribusi pada efisiensi sumber daya dalam praktik kedokteran hewan. Dengan menerapkan prinsip sustainability, dokter hewan dapat memastikan bahwa sumber daya medis digunakan secara optimal tanpa pemborosan yang berlebihan. - SDG 15: Life on Land
Dengan memberikan perawatan yang optimal bagi hewan, program ini turut mendukung kesejahteraan hewan dan keseimbangan ekosistem. Hewan yang sehat dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih stabil dan membantu mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang dapat mempengaruhi manusia.
Penulis: Suryansyah Said




