NERS NEWS – Mahasiswa Profesi Ners Kelompok 5 Stase Keperawatan Kritis, Bencana, dan Gawat Darurat Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga telah berhasil menyelenggarakan penyuluhan kesehatan rumah sakit (PKRS) dengan topik “Pencegahan Risiko Jatuh” pada Jumat 27/1/23. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di ruang tunggu keluarga pasien ICU-ICCU Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dengan sasaran keluarga atau pendamping pasien yang sedang menjalani perawatan di ICU-ICCU dan/atau NICU/PICU RSUA.
PKRS ini merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Ners untuk memenuhi kompetensi sebagai Ners. Topik yang diangkat kali ini mengenai “Pencegahan Risiko Jatuh”, dimana jatuh adalah peristiwa dimana seseorang mengalami kehilangan keseimbangan dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka. Pencegahan risiko jatuh dapat menurunkan risiko pasien mengalami cedera fisik seperti, luka, patah tulang, hingga perdarahan.
“Kelompok kami sengaja mengangkat topik mengenai pencegahan risiko jatuh, karena masih terdapat ketidaktahuan dari keluarga ataupun pendamping pasien mengenai cara mencegah risiko jatuh selama perawatan di rumah sakit, sehingga penyuluhan ini penting dilakukan agar kedepannya dapat menurunkan angka kesakitan pasien akibat risiko jatuh yang terjadi dalam perawatan,” ujar Titis Mustikowati D, selaku perwakilan kelompok 5.
Acara ini terdiri dari penyampaian materi terkait pencegahan risiko jatuh dengan sasaran yaitu keluarga dan/atau pandamping keluarga mulai dari pengertian jatuh, penyebab seseorang berisiko jatuh, dan kategori seseorang yang berisiko jatuh. Selain itu, juga dipaparkan tentang manfaat dan cara untuk mencegah risiko jatuh. Materi tersebut disampaikan secara langsung oleh mahasiswi Fakultas Keperawatan Unair, yaitu Titis Mustikowati Danasari.
Selama acara berlangsung, keluarga pasien terlihat sangat antusias mendengarkan dan mengikuti acara tersebut. Evy Dwi Rahmawati, S.Kep., Ns selaku Pembimbing Klinik turut menambahkan informasi dan memberi penguatan materi kepada partisipan. Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi serta evaluasi singkat terkait materi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan acara terlaksana dengan baik dan sasaran dapat memahami terkait informasi yang telah diberikan.
“Semoga dengan diadakannya penyuluhan ini, keluarga semakin atau pendamping pasien memahami tentang pencegahan risiko jatuh dengan harapan dapat membantu tenaga kesehatan untuk menjaga dan mencegah kejadian jatuh pada pasien selama perawatan di rumah sakit,” harapan dan tutup Evy Dwi Rahmawati, S.Kep., Ns selaku pembimbing klinik saat diwawancara secara langsung pada 27/1/23.
Penulis : Titis Mustikowati Danasari
Editor : Naili Raudiatus Zahra (Airlangga Nursing Journalist)




