NERS NEWS – Mahasiswa profesi B24 kelompok 3B stase Maternitas Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melakukan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) pada hari Kamis (08/06/2023) dengan peserta yaitu ibu hamil yang sedang melakukan kontrol di Ruang Poli Obgyn RS Universitas Airlangga. Mahasiswa menyampaikan materi dengan didampingi oleh pembimbing akademik Ni Ketut Alit, S. Kep., Ns., M.Kep dan pembimbing klinik yaitu Bidan Endah dan Bidan Desi. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengertian, penyebab, tanda, dan gejala pre-eklamsia pada ibu hamil.
Pre-eklamsia merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah (>140/90 mmHg) dan kelebihan protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan, dengan adanya pembengkakan pada kaki (Peres et al., 2018). Terjadinya pre-eklamsia pada ibu hamil dapat disebabkan oleh adanya riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi sebelum kehamilan, penyakit ginjal, riwayat pre-eklamsia sebelumnya, riwayat pre-eklamsia dalam keluarga, kehamilan pertama, serta obesitas pada saat hamil.
Lalu apakah tanda dan gejala pada pre-eklamsia? Pre-eklamsia ditandai dengan adanya sakit kepala berat, gangguan pengelihatan seperti pandangan kabur, nyeri ulu hati, merasa pusing dan lemas, sesak napas, frekuensi buang air kecil dan volume urin menurun, adanya bengkak pada tungkai, tangan, dan beberapa bagian tubuh lain, serta berat badan naik secara tiba-tiba.
Apakah yang harus dilakukan pada ibu dengan pre-eklamsia? Apabila ibu hamil mengalami pre-eklamsia maka dapat dilakukan penanganan dengan cara:
- Perbanyak istirahat (berbaring dengan posisi tidur miring)
- Diet (cukup protein, rendah karbohidrat, lemak, dan garam)
- Kontrol ke fasilitas kesehatan tiap minggu
Banyak antusias dari peserta selama mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan. Ketika peserta ditanya oleh presentator, peserta bertanya kembali mengenai tanda dan gejala apabila ibu hamil mengenai pre-eklamsia dan penyebab terjadinya pre-eklamsia, beberapa peserta dapat menjawab dengan benar, yaitu tekanan darah tinggi dan biasanya kakinya bengkak. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil mengenai pre-eklamsia serta dapat melakukan penanganan dengan baik apabila ibu hamil mengalami pre-eklamsia.
Penulis: Eka Putri Arditama, S.Kep (Mahasiswa Keperawatan B24)
Editor: Fadiya Rizkyna Asadanie (Airlangga Nursing Journalist)




