NERS NEWS – Tim Mahasiswa Praktik Profesi Pendidikan Ners Stase Pendidikan Keperawatan Dasar Kelompok 4 gelombang 2 Angkatan B26 telah melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan (PKRS) di Ruang Nicu Picu Rumah Sakit Universitas Airlangga pada hari Kamis, 22 Mei 2025 yang dimulai pada jam 11.00 WIB dengan topik “Perawatan Metode Kanguru”. Tim pelaksana yang terdiri dari Mahasiswa Profesi Ners ini didampingi oleh dua orang pembimbing, yaitu Ibu Praba Dian Rahmawati S.Kep., Ns., M.Kep selaku pembimbing akademik dan Ibu Diah Sukmawati, S.Kep., Ns selaku pembimbing klinik.
PKRS (Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit) merupakan salah satu kegiatan wajib yang dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Ners untuk memenuhi tugas kompetensi sebagai Ners. Topik yang diangkat pada PKRS, yaitu “Perawatan Metode Kangguru” . Maka dari itu, kami dari kelompok 4 gelombang 2 Profesi Ners Angkatan B26 dan A21 merasa perlu untuk melakukan penyuluhan terkait Kangaroo Mother Care di ruang Nicu Picu Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan PKRS dilaksanakan dengan memberikan materi yang berkaitan dengan gangguan pendengaran dengan menggunakan media leaflet dan poster yang menjelaskan tentang pengertian, komponen, manfaat, dan cara metode kangguru.
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram (Hendayani, 2019). Bayi BBLR sangat rentan terhadap hipotermia dan infeksi. Hipotermia adalah kondisi suhu tubuh di bawah normal (suhu normal bayi 36,5°C–37,5°C). Adanya ketidakseimbangan pada panas, membuat bayi baru lahir akan berusaha menstabilkan suhu tubuhnya. Terhadap faktor penyebab dan juga tanda-tanda dari hipotermia, seperti bayi menggigil, aktivitas berkurang, tangisan melemah, dan kaki teraba dingin (Hendayani, 2019). Salah satu komplikasi BBLR adalah ketidakstabilan suhu tubuh, untuk mempertahankan kestabilannya digunakan metode perawatan metode kanguru (Hendayani, 2019). Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan kontak kulit langsung antara ibu dan bayinya, baik dilakukan secara intermiten (berjeda atau dalam kurung waktu tertentu) maupun kontinu (terus-menerus atau berkelanjutan) yang dapat memenuhi kebutuhan dasar bayi dengan BBLR, yaitu meliputi perhatian, kehangatan suhu tubuh, kenyamanan, dan gizi yang cukup dari ASI (Kemenkes, 2010).
Setelah dilakukan sesi tanya jawab, PKRS ini dilanjutkan dengan validasi dan evaluasi singkat terkait materi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan acara pendidikan kesehatan rumah sakit (PKRS) dapat terlaksana dengan baik dan sasaran dapat memahami informasi yang telah disampaikan. Harapannya dengan dilakukan PKRS ini adalah “Semoga dengan kegiatan PKRS masyarakat menjadi lebih memahami tentang gangguan pendengaran, pencegahan dan cara mengatasinya,” harapan perwakilan anggota kelompok 4.
Penulis : Kelompok 4 Profesi Ners 2025
Editor : Nasya Puspita A (Airlangga Nursing Journalist)




