NERS NEWS – Mahasiswa profesi Ners Gelombang 2 Stase Komunitas Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang berpraktek di Puskesmas Klampis Ngasem melalui Kelompok Kerja Lansia (POKJA LANSIA) mengadakan kegiatan Promosi Kesehatan di Posyandu Keluarga RW 01 Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung pada hari Senin, 8 September 2025, bertempat di balai RW 01 Kel. Gebang Putih, dengan sasaran lansia berjumlah 40 orang.
Kegiatan diawali dengan senam anti hipertensi di depan balai RW 01 Gebang Putih, setelah itu peserta melakukan registrasi dan dilakukan screening kesehatan berupa mengukur tekanan darah serta pengukuran antropometri. Kemudian peserta diarahkan untuk duduk pada tempat yang telah disediakan oleh panitia. Setelah itu dilakukan kegiatan penyuluhan dimulai mengenai “LANSIA sehat dengan CERDIK”.
Kegiatan kali ini membahas tentang mengendalikan hipertensi dengan CERDIK. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2023, jumlah penderita hipertensi di dunia akan meningkat menjadi 1,28 miliar (WHO, 2023). Angka kejadian hipertensi di Indonesia mencapai 36%. Dari Riset Kesehatan Dasar Indonesia, prevalensi kejadian hipertensi sebesar 34.1% (Kemenkes RI, 2023). Pada tahun 2050, jumlah lansia diperkirakan akan meningkat 3 kali lipat dari tahun ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023, persentase penduduk lansia di Indonesia mencapai 11,75%. Angka tersebut meningkat sebesar 1,27% dari tahun sebelumnya 10,48%. Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat kedua dengan persentase lansia sebanyak 15.57% (Badan Pusat Statistik, 2023). Berdasarkan hasil wawancara dan ASW KSH data lansia di RW 1 Kelurahan Gebang Putih terdapat 150 lansia, diketahui bahwa terdapat 75 lansia sebesar (50%) yang rutin mengikuti posyandu, 60 lansia sebesar (40%) yang tidak rutin mengikuti posyandu, dan 15 lansia sebesar (10%) yang tidak pernah mengikuti posyandu. Hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak diderita oleh lansia RW 1 Kelurahan Gebang Putih
Pada umumnya, penyakit hipertensi sangat banyak terjadi pada masyarakat yang berusia lanjut, akan tetapi tidak menutup kemungkinan penduduk usia remaja hingga dewasa juga dapat menderita penyakit hipertensi. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus bertambah tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Edukasi yang diberikan seperti mengenai hipertensi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, mendorong deteksi dini, serta menekankan pentingnya gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Selain itu, demonstrasi pembuatan obat tradisional “jus buah naga” juga diperlukan sebagai alternatif untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi hipertensi. Senam Anti Hipertensi merupakan senam ringan yang dapat dilakukan sembari bersantai tanpa gerakan yang menguras banyak tenaga. Gerakannya banyak di bagian anggota tubuh seperti tangan, kaki, dan pinggang. Selain sebagai bentuk aktivitas fisik, senam ini bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke jantung, merelaksasi pembuluh darah, melebarkan pembuluh darah, dan menurunkan berat badan. Elsa sebagai pembicara, menekankan ”pentingnya menjaga dan mengendalikan tekanan darah dengan gaya hidup sehat, senam anti hipertensi dan mengkonsumsi jus buah naga. Dengan edukasi ini, persepsi lansia yang tadi keliru tentang tekanan darah serta tanda gejala dan lainnya, akhirnya menjadi benar. Selain itu, memotivasi agar lansia bisa menerapkan pola hidup sehat”. Penyuluhan ini dihadiri petugas puskesmas Klampis Ngasem dan KSH RW 01 Kel. Gebang Putih. Lansia yang hadir terlihat menyimak dan tampak antusias terhadap penyuluhan serta tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum kegiatan penyuluhan selesai. Setelah penyuluhan selesai peserta melakukan demonstrasi pembuatan jus buah naga yang telah disediakan oleh kelompok sambil bersama sama meminum jus buah naga secara bersama-sama yang dipimpin oleh mahasiswa (Bhestarie). Peserta tampak sangat antusias melakukan senam kaki dengan menggunakan koran dari tahap awal hingga akhir. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lansia lebih memahami pentingnya menjaga tekanan darah dengan CERDIK.
Editor: Nasya Puspita Anggraini (Airlangga Nursing Journalist)
Penulis : Rahmadhani Putri (Mahasiswa Profesi Ners)




