Manfaat Akademik dan Jaringan Internasional
Keikutsertaan Defia Putri Mahardika dari Program Studi Teknologi Produk Perikanan FPK UNAIR dalam Program Studi Elite Kebijakan Baru ke Selatan 2025 memberikan dampak nyata, baik secara pribadi maupun institusional.
Bagi mahasiswa, program ini memperluas wawasan akademik dengan pengalaman lintas negara. Peserta berkesempatan mengikuti kuliah umum, workshop, serta diskusi yang melibatkan pakar dari lima universitas Taiwan dan perwakilan akademisi dari tujuh negara mitra.
Secara institusional, keterlibatan FPK UNAIR memperkuat reputasi internasional universitas. Melalui partisipasi aktif dalam program semacam ini, UNAIR menunjukkan komitmen untuk terus menjadi bagian dari jaringan global pendidikan tinggi.
Diplomasi Budaya dan Kolaborasi Asia
Selain aspek akademik, program ini juga memiliki dimensi diplomasi budaya. Mahasiswa diajak untuk memahami perbedaan, menghargai keberagaman, serta membangun komunikasi yang inklusif. Hal ini sejalan dengan visi UNAIR dalam mendorong mahasiswa menjadi global citizen yang tangguh.
Diharapkan, jejaring yang terbangun selama program ini dapat berlanjut menjadi kolaborasi nyata di bidang penelitian, publikasi bersama, maupun proyek pengembangan masyarakat. Dengan begitu, manfaat program tidak berhenti pada individu, tetapi juga memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan kawasan Asia.
Harapan untuk Ke Depan
FPK UNAIR optimistis bahwa partisipasi dalam program internasional seperti ini akan semakin memperkuat posisi universitas dalam kancah global. Mahasiswa tidak hanya membawa nama baik UNAIR, tetapi juga membawa pulang ilmu, pengalaman, dan jejaring yang akan mendukung pengembangan ilmu perikanan dan kelautan di Indonesia.
👉 Kembali ke Part 1: Delegasi FPK UNAIR Ikuti Program Studi Elite Kebijakan Baru ke Selatan 2025
👉 Kembali ke Part 2: Delegasi FPK UNAIR Jelajahi Budaya Taiwan dalam Program Studi Elite Kebijakan Baru ke Selatan 2025




