Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) menyelenggarakan talkshow bertajuk “Kuliah ke Luar Negeri: Real Talk, No Flex” pada Selasa, 24 Februari 2026 di Ruang B 304 Gedung B FPK UNAIR. Kegiatan ini menghadirkan alumni FPK UNAIR, Mohamad Akmal Alwi Husein, S.Pi., yang merupakan Former Awardee of Erasmus+ Scholarship di Çukurova University, Turki, serta penerima MoE Scholarship untuk International Master Program in Marine Biotechnology and Ecology Environmental Sustainability di National Taiwan Ocean University (NTOU).
Kegiatan ini dirancang sebagai forum berbagi pengalaman secara jujur dan aplikatif mengenai proses studi lanjut di luar negeri. Melalui presentasi yang ditampilkan saat sosialisasi, pemateri menjelaskan tahapan persiapan akademik, strategi memperoleh beasiswa, hingga gambaran kehidupan mahasiswa internasional di Taiwan.
Talkshow ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai peluang studi S2 di luar negeri, khususnya pada bidang kelautan dan bioteknologi. Pemateri menegaskan bahwa kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri dapat diraih melalui perencanaan akademik yang matang, konsistensi dalam riset, serta kesiapan mental dan bahasa.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FPK UNAIR. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif dan pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung. Informasi yang disampaikan mencakup persyaratan administrasi, strategi penyusunan study plan, hingga pentingnya membangun jejaring akademik sejak masa S1.
Program studi yang ditempuh pemateri di NTOU berfokus pada bioteknologi kelautan dan keberlanjutan lingkungan. Bidang ini memiliki relevansi dengan SDGs 14 (Life Below Water), khususnya dalam penguatan riset dan inovasi untuk menjaga ekosistem laut secara berkelanjutan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi beasiswa internasional serta mendorong kesiapan mahasiswa dalam menghadapi proses seleksi global. Manfaat yang diperoleh peserta antara lain pemahaman mengenai sistem pendidikan luar negeri, gambaran tantangan adaptasi budaya, serta motivasi untuk merencanakan studi lanjut sejak dini.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan realistis tentang proses seleksi beasiswa dan kehidupan akademik di luar negeri. Peserta lainnya menilai materi yang disampaikan membantu memetakan langkah konkret yang perlu dipersiapkan selama masa studi di FPK UNAIR. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FPK UNAIR dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan penguatan kapasitas mahasiswa di bidang kelautan.
Baca kelanjutannya mengenai strategi detail memperoleh MoE Scholarship dan pengalaman adaptasi akademik di Part 2.




