Universitas Airlangga Official Website

Kenalkan Metode eDNA Metabarcoding, Dosen UNAIR Jadi Pembicara Kuliah Tamu di UBB

Bangka – Sebagai bagian dari implementasi kerja sama antara Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Universitas Airlangga (UNAIR) dan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK), Universitas Bangka Belitung (UBB), digelar kuliah tamu yang menghadirkan Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T. sebagai narasumber utama. Kegiatan yang berlangsung di Aula FPPK UBB ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Akuakultur. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sapto membawakan materi tentang metode terbaru dalam kajian biodiversitas perairan, yaitu Environmental DNA (eDNA) Metabarcoding. Meski terdengar asing bagi sebagian peserta, metode ini disambut dengan antusias tinggi. eDNA Metabarcoding merupakan pendekatan inovatif yang memungkinkan para peneliti mengidentifikasi spesies organisme air melalui sampel DNA lingkungan—tanpa harus menangkap atau mengamati organisme secara langsung. “Dengan metode ini, kita bisa mengetahui keanekaragaman hayati hanya dari sampel air. Ini sangat efisien dan minim gangguan terhadap ekosistem serta tidak merusak lingkungan yang selaras dengan SDGs ke 14 yaitu life below water,” jelas Dr. Sapto di hadapan peserta kuliah tamu.

Photo: Sesi photo bersama sebelum kuliah tamu dilakukan bersama Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan UBB.

Ia juga menjelaskan bahwa metode eDNA mulai banyak digunakan secara global karena keunggulannya dalam mendeteksi spesies langka, invasif, hingga endemik, termasuk di wilayah tropis seperti Indonesia. Melalui pendekatan ini, data keanekaragaman hayati bisa dikumpulkan secara cepat, akurat, dan ramah lingkungan. Para peserta kuliah tamu, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa, tampak antusias mengikuti pemaparan. Diskusi berjalan aktif, dengan berbagai pertanyaan seputar aplikasi eDNA dalam penelitian akuakultur, konservasi, dan pengelolaan sumber daya perikanan.

Ahmad Fahrul Syarif, S.Pi., M.Si., dosen FPPK UBB, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai bahwa materi yang dibawakan sangat relevan dan membuka wawasan baru, terutama bagi mahasiswa yang tengah mengembangkan riset-riset di bidang perikanan. “Kuliah tamu ini tidak hanya menambah pengetahuan, tapi juga menjadi inspirasi bagi kami untuk mengadopsi teknologi terbaru dalam penelitian lokal,” ujarnya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk konkret implementasi kerja sama antara UNAIR dan UBB yang sebelumnya telah disahkan melalui penandatanganan naskah kerja sama. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan yang adaptif terhadap kemajuan zaman.