SURABAYA – HUMAS | Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, Universitas Airlangga tidak henti-hentinya melakukan kolaborasi dengan universitas dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah ketika dua profesor dari Tartu University berkunjung ke UNAIR sejak Minggu (5/2/2023) kemarin.
Adalah Ulo Valk dan Elo Suld, dua profesor Tartu University Estonia yang mengunjungi dan berkolaborasi dengan Universitas Airlangga. Selain mengisi empat kuliah tamu, mereka juga berkunjung ke Makam Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Gresik, Sunan Drajat, dan Fatimah binti Maimun. Tak mengejutkan, mengingat studi Teologi merupakan salah satu bidang spesialisasi keduanya.
“Menurut saya sangat menarik,” ujar Elo Suld ketika ditanya soal pengalamannya di Surabaya. Selama kunjungan tersebut, dirinya dipandu oleh staf Kantor Internasionalisasi dan Informasi (KIDI) FISIP UNAIR. Dirinya juga mengaku sangat menikmati menjadi dosen tamu di UNAIR. Keduanya mengisi guest lecture untuk program studi Antropologi dan Komunikasi.
“Mahasiswa UNAIR sangat aktif, membuat saya senang. Saya sangat menikmati menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka,” tutur Kepala Pusat Studi Asia Universitas Tartu Estonia itu. Elo juga mengatakan bahwa dirinya merasa nyaman berada di Indonesia. Ia merasa orang-orang Indonesia sangat terbuka “The people are very welcome. But they are not hostile.” Elo dijadwalkan akan kembali ke Tartu pada Kamis (16/2/2023) mendatang.
Nantikan Kerja Sama
Terkait dengan kemungkinan kolaborasi lebih lanjut antara UNAIR dan Tartu, ia menjelaskan bahwa terdapat kemungkinan kerja sama yang besar. Kerja sama tersebut, sambungnya, dapat berupa kuliah tamu, konferensi internasional, hingga pertukaran mahasiswa dan staf.
Elo juga turut mengundang mahasiswa UNAIR yang ingin menjalani program IISMA di Tartu. “Tahun kemarin ada enam mahasiswa dari Indonesia tapi belum ada yang dari Surabaya,” tuturnya. Elo juga mengatakan bahwa dirinya juga menantikan kemungkinan kerja sama lebih lanjut dengan Universitas Airlangga. “Kerja sama yang sebenarnya adalah ketika ada mahasiswa yang datang belajar ke Tartu. Kami sangat terbuka. You are very welcome,” pungkas Elo (IC/RSP).
Artikel ini mencerminkan program SDGs ke-16 dan 17 dari FISIP UNAIR.




