SURABAYA – ADM WEB | Senin (27/2/2023), sebanyak enam mahasiswa dari Nanyang Technology University (NTU) melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melaksanakan joint class dan penelitian kolaboratif bersama enam mahasiswa lain dari UNAIR. Penelitian komparatif yang dilakukan berfokus pada beberapa hal, seperti: (1) pembangunan berkelanjutan, dan juga (2) membandingkan kondisi sosial dan pembangunan di Singapura dan Surabaya. Mahasiswa NTU dijadwalkan melakukan fieldwork selama satu minggu untuk mengumpulkan data-data tersebut di Surabaya.
Di hari pertama ini, mereka belajar mengenai indeks perkembangan manusia di Surabaya bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Kota (BAPPEKO) Surabaya dan kerja sama sister city Surabaya. Selain itu, mahasiswa NTU juga diajak berkunjung ke Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian, FISIP UNAIR. Dalam kunjungan tersebut mahasiswa NTU sangat antusias melihat sekaligus mempelajari mengenai osteologi. “Koleksi real human skeleton kami selalu menjadi daya tarik ya, baik bagi tamu atau kolega luar maupun dalam negeri. Mereka terlihat excited dan memperhatikan ketika saya tunjukkan dan jelaskan terkait Antropologi Forensik di lab kami tadi”, terang Rizky Sugianto Putri, S.Ant., M.Si., salah satu dosen Antropologi FISIP UNAIR dan sekaligus merupakan Registrar Museum Etnografi FISIP UNAIR. Selepas mengunjungi Museum Etnografi, para mahasiswa NTU mengunjungi Museum lain yang masih ada di lingkungan Universitas Airlangga, yakni Museum Fakultas Kedokteran.
Kegiatan ini merupakan bentuk perwujudan giat FISIP UNAIR dalam mendukung program SDGs ke-4 dan 17 (RSP).
