Udara siang itu di lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) tak hanya dipanaskan oleh terik matahari Surabaya, tetapi juga hangat oleh sosok yang sudah sangat dikenal di Jawa Timur—Dr. H. Soekarwo, S.H., M.H., atau yang akrab disapa Pakde Karwo. Tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur selama dua periode dan kini menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (2019–2024) ini hadir di tengah keluarga besar UNAIR dengan semangat membagikan pengalaman dan nilai-nilai kepemimpinan.
Kedatangan beliau disambut hangat oleh Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR. Dalam suasana akrab dan santai, keduanya terlibat dalam diskusi mendalam tentang peran pendidikan tinggi dalam membentuk karakter pemimpin masa depan.
Lebih dari Gelar: Membentuk Pemimpin yang Berdampak
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan momentum reflektif antara sesama civitas academica UNAIR. Pakde Karwo, yang juga merupakan dosen khusus di Sekolah Pascasarjana UNAIR, menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai alat transformasi sosial.
“Leadership itu bukan soal jabatan, tapi bagaimana kita memberi dampak. UNAIR punya tanggung jawab besar mencetak pemimpin yang tak hanya pintar, tetapi juga berkarakter,” ujarnya.
Dengan gaya khasnya yang sederhana namun kuat secara substansi, Pakde Karwo membagikan kisah perjalanan panjangnya dalam memimpin Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tidak lahir dari teori semata, melainkan dari kombinasi antara pemahaman ilmiah dan pengalaman langsung di lapangan.
Sekolah yang Menghidupkan Ide
Sekolah Pascasarjana UNAIR sejak awal didirikan dengan visi mencetak pemimpin transformatif—mereka yang tidak hanya menyerap ilmu, tetapi mampu mengubahnya menjadi gerakan nyata di masyarakat. Untuk mewujudkan visi tersebut, Sekolah Pascasarjana UNAIR menghadirkan komposisi pengajar yang tak hanya berasal dari kalangan akademisi murni, tetapi juga praktisi dan tokoh publik seperti Pakde Karwo.
“Kami ingin menjadi rumah yang menghidupkan ide dan mewujudkannya menjadi aksi. Sinergi akademisi dan praktisi adalah kunci,” tutur Prof. Suparto.
Kehadiran tokoh-tokoh inspiratif seperti Pakde Karwo di ruang-ruang akademik UNAIR menjadi penanda bahwa kampus bukan hanya tempat belajar teori, melainkan juga ruang tumbuhnya nilai, karakter, dan semangat mengabdi kepada bangsa.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)




