Universitas Airlangga Official Website

Edukasi Data Gigi Antemortem di Mojokerto: Mitigasi Bencana Berbasis Keluarga

Catatan Gigi Keluarga sebagai Kesiapsiagaan Bencana

Kesadaran akan pentingnya manajemen data gigi antemortem kini mulai ditanamkan hingga tingkat keluarga di Kabupaten Mojokerto, wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana. Data gigi merupakan salah satu penanda primer dalam identifikasi korban bencana, sejajar dengan DNA dan sidik jari. Karena itu, pencatatan sederhana mengenai kondisi gigi keluarga mulai diperkenalkan sebagai bagian dari mitigasi berbasis komunitas.

Penyuluhan dan Pelatihan PIR di Puskesmas Kupang

Upaya edukasi ini terlaksana melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat: Penyuluhan Manajemen Data Gigi Antemortem & Pelatihan Pengisian Personal Identification Record (PIR). Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Puskesmas Kupang, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (15/11/2025).

Acara ini merupakan kolaborasi antara Program Studi S2 Ilmu Forensik dan Divisi Odontologi Forensik Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga bersama UPTD Puskesmas Kupang.

Kolaborasi Unggul dan Semangat Kepemimpinan

Arofi Kurniawan, drg., Ph.D., selaku Koordinator Program Studi Magister Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana Unair, hadir langsung mendampingi kegiatan. Hal ini mencerminkan komitmen Unair dalam menerapkan semangat School of Collaborative Leadership, yaitu kepemimpinan kolaboratif yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami membawa ilmu forensik odontologi langsung ke masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari peran Unair dalam menciptakan pemimpin kolaboratif yang mampu mentransformasikan pengetahuan menjadi tindakan preventif,” ujar Arofi Kurniawan.

75 Kader Kesehatan Disiapkan sebagai Agen Edukasi

Sebanyak 75 kader kesehatan dari 57 Posyandu hadir sebagai peserta utama. Mereka dipersiapkan menjadi agen edukasi yang akan menyebarkan informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Gigi disebut sebagai primary identifier dalam identifikasi korban bencana. Namun, sebagian besar masyarakat belum memiliki catatan sederhana mengenai gigi mereka sendiri maupun keluarganya. Inilah alasan utama topik ini dipilih sebagai fokus pengabdian.

Pelatihan Pengisian Buku PIR

Materi utama yang disampaikan adalah pelatihan pengisian Buku Personal Identification Records (PIR). Buku ini dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat awam, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana. Data tersebut dapat mendukung proses identifikasi jika terjadi kondisi darurat.

Kegiatan ini turut diperkuat oleh kehadiran alumni S2 Ilmu Forensik Unair, yaitu:

  • Maria Istiqomah Marini, drg., M.Si., Ph.D.

  • Dr. Beta Novia Rizky, drg., M.Si.

Keterlibatan mereka menunjukkan kesinambungan kontribusi lulusan Unair dalam pengabdian nyata kepada masyarakat.

Tujuan dan Harapan

Tujuan utama kegiatan ini yaitu:

  • Membekali masyarakat dengan kemampuan mengisi data identifikasi pribadi.

  • Mendorong kebiasaan mencatat kondisi gigi seluruh anggota keluarga.

  • Meningkatkan kesadaran atas pentingnya kesehatan gigi.

  • Mendukung proses identifikasi korban bencana agar lebih cepat dan akurat.

Dengan adanya catatan PIR, masyarakat diharapkan memiliki kesiapsiagaan lebih baik. Hal ini juga menunjukkan peran strategis Unair dalam pengabdian yang transformatif dan berkelanjutan.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)