Universitas Airlangga Official Website

Membangun Jembatan Kolaborasi untuk Pendidikan yang Berdampak!

Membangun Jembatan Kolaborasi: Sekolah Pascasarjana UNAIR dan UNISLA Perkuat Sinergi Pendidikan Berdampak Sosial

Semangat kolaborasi antar-perguruan tinggi kembali bergema di jantung Kota Pahlawan. Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (SPS UNAIR) menerima kunjungan resmi dari pimpinan Universitas Islam Lamongan (UNISLA) di Ruang Kuliah Internasional 2, Gedung Putih SPS UNAIR, Surabaya, Selasa, 19 Agustus 2026. Pertemuan strategis ini menjadi tonggak penting dalam merajut kemitraan akademik yang berorientasi pada pengabdian dan solusi nyata bagi masyarakat.

Pertemuan hangat yang berlangsung mulai pukul 14.30 WIB ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tinggi kedua institusi. Dari pihak UNISLA hadir Rektor Universitas Islam Lamongan, Dr. H. Abdul Ghofur, SE., M.Si., bersama Ketua Yayasan UNISLA, H. Bambang Eko Muljono, S.H., S.pN., M.Hum., M.M. Sementara itu, kehadiran tuan rumah diwakili oleh Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum., beserta jajaran sivitas akademika.

Sinergi Strategis: Memperkenalkan Unggulan Pascasarjana UNAIR

Agenda pertemuan dibuka dengan pemaparan komprehensif mengenai capaian gemilang serta program-program unggulan yang dimiliki oleh SPS UNAIR. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengusung visi kepemimpinan kolaboratif (collaborative leadership) dan kampus berdampak (impactful campus), SPS UNAIR terus membuka ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi mitra untuk berkembang bersama dalam bidang riset multidisiplin dan pengembangan mutu akademik.

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa tantangan pendidikan tinggi masa kini tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama lintas institusi yang kokoh untuk mengakselerasi kualitas sumber daya manusia, khususnya di Jawa Timur.

Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, kedua institusi merancang agenda penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dijadwalkan berlangsung pada 16 September 2026 mendatang. Bahkan, dalam pembahasan teknis, muncul gagasan inspiratif untuk menyisipkan momen penandatanganan kerja sama strategis ini ke dalam rangkaian acara International Conference on Postgraduate School (ICPS) guna memperluas gaung kolaborasi di kancah global.

Visi Kampus Berdampak dan Peran Strategis UNISLA

Rektor UNISLA, Dr. H. Abdul Ghofur, SE., M.Si., dalam pemaparannya menekankan bahwa DNA sebuah perguruan tinggi harus berpusat pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading, melainkan lokomotif perubahan sosial di tengah dinamika zaman.

Senada dengan sang rektor, Ketua Yayasan UNISLA, H. Bambang Eko Muljono, S.H., S.pN., M.Hum., M.M., mengungkapkan rasa bangga dan optimismenya atas perkembangan pesat yang diraih kampusnya saat ini. Dengan infrastruktur gedung yang semakin representatif serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang mencatatkan prestasi membanggakan di level Perguruan Tinggi Swasta (PTS) — ditambah jejaring internasional melalui MoU yang telah diinisiasi hingga ke Inggris — UNISLA kini tampil lebih percaya diri.

“Saat ini kami sudah berani dan percaya diri untuk mengundang Prof. Parto ke kampus kami. Kami melihat gedung kampus kami sudah jauh lebih baik, dan kami juga mempunyai FKM yang cukup bagus pada level PTS, serta telah memiliki jaringan MoU hingga ke Inggris,” ujar Bambang Eko Muljono di hadapan peserta rapat.

Dalam kesempatan yang sama, pihak yayasan menyampaikan undangan khusus kepada Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo — yang akrab disapa Prof. Parto — untuk hadir dan memberikan Orasi Ilmiah pada agenda wisuda UNISLA yang akan datang. Kehadiran akademisi senior UNAIR tersebut diharapkan mampu menularkan energi positif dan motivasi mendalam bagi para wisudawan.

“Prof. Parto diharapkan dapat memberikan orasi ilmiah yang tidak hanya akademis, tetapi juga menghadirkan dampak dan motivasi bagi para wisudawan. Pesan utamanya adalah meskipun lulusan tidak mengecap pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri, mereka tetap memiliki ruang dan kapasitas penuh untuk berkontribusi secara nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” imbuh Bambang.

Menyongsong Masa Depan Pendidikan Tinggi yang Inklusif

Pertemuan kolaboratif antara SPS UNAIR dan UNISLA ini mencerminkan semangat gotong royong intelektual yang kian relevan di era modern. Sekat-sekat pemisah antara PTN dan PTS melebur demi sebuah tujuan besar: mencetak generasi bangsa yang tangguh, kompeten, dan berintegritas tinggi.

Melalui rencana MoA pada September mendatang serta sinergi program-program akademik ke depan, kolaborasi ini diyakini mampu melahirkan riset-riset inovatif serta pengabdian masyarakat yang solutif. 

Langkah nyata dari Lamongan dan Surabaya ini sekaligus membuktikan bahwa kualitas pendidikan tinggi Indonesia akan semakin kuat ketika dibangun di atas fondasi kolaborasi yang tulus dan berkelanjutan.