Universitas Airlangga Official Website

Merajut Inspirasi Tiongkok: Visi Kolaborasi Global Pascasarjana UNAIR Wujudkan Kampus Berdampak

Delegasi Sekolah Pascasarjana UNAIR ke Tiongkok bawa semangat kolaborasi global, modernisasi pertanian, dan penguatan industri halal demi wujudkan Kampus Berdampak.

Kunjungan delegasi Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) ke Tiongkok pada Selasa, 28 Oktober 2025, menjadi momen penting dalam penguatan jejaring internasional dan implementasi visi School of Collaborative Leadership. Bertempat di Lan Zhou, Provinsi Gansu, kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan laboratorium inspirasi untuk merumuskan kemitraan global yang berdampak nyata bagi dunia akademik dan pembangunan nasional.

Delegasi UNAIR yang terdiri dari Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana, dan Dr. Prawitra Thalib, S.H., M.H., ACIArb., Koordinator Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian, bergabung bersama rombongan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Keduanya membawa semangat kepemimpinan kolaboratif untuk memperluas jejaring akademik dan membuka potensi kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok.

Modernisasi Perkebunan: Dari Hadis Nabi hingga Optimisme Indonesia

Kunjungan pertama dilakukan ke Lan Zhou New Area Modern Agriculture Investment Group Co. Ltd., sebuah industri perkebunan bunga mawar modern yang membudidayakan lebih dari 100 varietas mawar dan mengekspornya ke Jepang serta Korea.

Melihat keseriusan dan profesionalitas pengelolaan, Prof. Suparto Wijoyo menyampaikan optimisme bahwa Indonesia juga mampu mencapai tingkat modernisasi serupa.

“Melalui dukungan pemerintah dan kemudahan perizinan investasi, dengan potensi alam Indonesia, hal seperti ini sangat mungkin diwujudkan,” ungkap Prof. Suparto.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim, KH. Kikin Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menambahkan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki modernisasi perkebunan, seperti pada sektor melon.

“Yang perlu diperkuat adalah pembaruan teknologi dan pemerataan penerapannya di seluruh wilayah. Itu pekerjaan serius yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujar Gus Kikin.

Kedua pihak sepakat bahwa transfer teknologi dan pengetahuan antara Indonesia dan Tiongkok perlu segera direalisasikan agar kemitraan dapat membawa manfaat konkret bagi masyarakat di kedua negara.

Menilik Industri Halal: Dari Susu dan Keju Menuju Kepercayaan Global

Agenda berikutnya membawa delegasi ke Gansu Chuanqi Ganwei Dairy Co., Ltd., salah satu industri pengolahan susu terbesar di wilayah tersebut. Perusahaan ini memproduksi lebih dari 2.400 ton susu sapi per hari, yang diolah menjadi produk seperti keju, susu kemasan, dan yoghurt.

Keunggulan utama perusahaan ini terletak pada teknologi modern dan sertifikasi halal internasional, yang memungkinkan produk mereka menembus pasar negara-negara Islam seperti Mesir dan kawasan Afrika Utara.

Menanggapi hal ini, Prof. Suparto Wijoyo menilai bahwa kerja sama di sektor industri halal memiliki prospek besar bagi Indonesia.

“Tiongkok sudah sangat serius dalam mengembangkan industri halal. Sudah saatnya Indonesia dan Tiongkok menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan industri halal yang saling menguntungkan,” tegasnya.

Bangkit dari Keterbatasan: Spirit Pantang Menyerah Industri Tiongkok

Pelajaran penting lainnya diperoleh dari kunjungan ke LS Group Co. Ltd., perusahaan alat berat eksplorasi minyak dan gas bumi yang berdiri sejak 1953. Meski sempat terpuruk setelah ditinggalkan tenaga ahli Uni Soviet pada 1958, perusahaan ini berhasil bangkit dan kini menjadi pemain besar di sektor energi.

Prof. Suparto menilai kisah tersebut sebagai refleksi dari ketangguhan dan konsistensi industri Tiongkok.

“Industri mereka maju karena tidak mengenal kata menyerah,” ujarnya.

Senada, Gus Kikin menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk gagal.

“Dari sini kita belajar bahwa kerja keras dan keseriusan adalah fondasi utama kesuksesan,” tegasnya.

Delegasi menilai semangat ini relevan bagi Indonesia, terutama dalam pengembangan industri alat berat dan energi berbasis sumber daya alam nasional.

UNAIR: Menenun Jaringan Kolaborasi dan Inspirasi Global

Melalui kunjungan ini, Sekolah Pascasarjana UNAIR menegaskan perannya sebagai penggerak kolaborasi global yang berorientasi pada dampak nyata. Dari modernisasi perkebunan, penguatan industri halal, hingga transformasi industri strategis, UNAIR membuktikan komitmennya untuk menjadi Kampus Berdampak (The Impactful University).

Dengan semangat School of Collaborative Leadership, UNAIR terus menjembatani dunia akademik dan praktik nyata, memastikan bahwa riset, kebijakan, dan kemitraan internasional berjalan seiring dalam membangun masa depan Indonesia yang berdaya saing dan beradab.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)