Ruang Ujian Doktor Terbuka (UDT) Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi saksi lahirnya pemikiran baru dalam pengembangan sumber daya manusia di era digital. Pada Senin (23/2/2026), Andita Sayekti resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji.
Ujian terbuka yang dipimpin langsung oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS, menetapkan kelulusan promovendus dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Andita memaparkan riset mendalam bertajuk “Model Pengaruh Kesiapan Adaptasi Teknologi Industri 4.0 terhadap Kinerja UMKM Makanan dan Minuman di Kota Bogor”.
Keberanian Melintasi Batas Ilmu
Pencapaian Dr. Andita Sayekti, S.T.P., M.Sc. ini bukan sekadar rutinitas akademik biasa. Latar belakang pendidikannya di bidang Teknologi Pertanian (S.T.P., M.Sc.) yang kini berlabuh di Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) menunjukkan keberanian lintas disiplin.
Promotor ujian, Prof. Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si., menilai transisi ini sebagai langkah strategis. Menurutnya, di era modern, batasan antar-ilmu kian memudar demi mencari solusi yang lebih kaya.
“Ilmu itu akan makin mendekat, bukan makin menjauh menjadi spesialisasi. Di kelas saya selalu bilang, tidak ada lagi superman, yang ada adalah superteam,” ujar Prof. Falih menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin.
Senada dengan hal tersebut, Ko-Promotor Dr. Mohammad Fakhruddin Mudzakkir, S.E., M.Si. mengakui betapa sulitnya menyelaraskan logika ilmu eksakta pertanian dengan teori-teori ilmu sosial yang kompleks. Keberhasilan Andita mengintegrasikan keduanya dipandang sebagai bukti ketajaman intelektual yang mumpuni.
Ketangguhan Mental dan Moralitas
Di balik keberhasilan akademik tersebut, tim promotor justru menitikberatkan pada aspek karakter dan resiliensi. Selama proses ujian yang dinamis, Andita dinilai mampu bangkit meski sempat mengalami tekanan emosional yang kuat.
“Saya melihat Anda tersenyum. Sempat roller coaster tadi, sempat tersedu, tapi sepertinya panjenengan itu tangguh orangnya, jadi cukup resiliensi,” ungkap Fakhruddin. Ketangguhan ini dianggap sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan dunia nyata di luar kampus.
Namun, pesan paling mendalam datang mengenai tanggung jawab moral. Prof. Falih mengingatkan bahwa gelar tertinggi ini hanyalah awal dari pengabdian sosial yang lebih besar.
“Orang pandai itu banyak, tapi ternyata di atas pandai itu ada yang lebih mulia, yaitu adab. Orang yang punya moralitas, kepedulian, dan menjunjung tinggi kejujuran, itu sangat mahal,” tegasnya.
Filosofi Ilmu Padi
Menutup prosesi pengukuhan, tim promotor menyisipkan pesan filosofis klasik agar sang doktor baru tetap menjejak bumi. Di tengah hiruk-pikuk disrupsi teknologi Industri 4.0 yang menjadi objek risetnya, integritas pribadi tetap menjadi kompas utama.
“Pesan saya, jadilah nanti insan yang (seperti) ilmu padi, Mbak Dita. Semakin berisi, semakin merunduk,” pungkas Prof. Falih.
Lulusnya Dr. Andita Sayekti menambah daftar panjang pakar PSDM dari Sekolah Pascasarjana UNAIR “School.Of Collaborative Leadership” yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kinerja pelaku usaha kecil di tanah air melalui adaptasi teknologi yang tepat guna.




