Universitas Airlangga Official Website

Resmi Buka Temu Bisnis, Prof. Romdhoni: Kolaborasi Triple Helix UNAIR–BRIDA–KADIN Jadi Kunci Penguatan Inovasi Jatim

Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menegaskan komitmennya untuk memperkuat inovasi daerah melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha. Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. Onk. (K), FICS, dalam pembukaan acara Temu Bisnis: Kajian Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah sebagai Fondasi Jatim Innovation Connect. Acara ini berlangsung di Majapahit dan Sriwijaya Hall, Lantai 5, ASEEC Tower, Kampus B UNAIR, Senin (8/12/2025).

Sinergi Sebagai Kekuatan Nyata

Dalam sambutannya, Prof. Romdhoni menegaskan pentingnya sinergi Triple Helix antara UNAIR, BRIDA Jawa Timur, dan KADIN Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi ini diperlukan untuk membaca situasi nyata di Jawa Timur dan untuk merumuskan rekomendasi yang dapat langsung diterapkan.

Ia menekankan bahwa kerja sama tersebut menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan lapangan, baik yang bersifat strategis maupun yang bersifat operasional.

Mencetak Collaborative Leadership

Prof. Romdhoni menyampaikan bahwa Sekolah Pascasarjana UNAIR memiliki karakter mahasiswa yang beragam, mulai dari profesional, aparatur pemerintah, hingga anggota kepolisian dan militer. Keberagaman ini menjadi dasar bagi SPS UNAIR untuk membentuk pemimpin masa depan yang kolaboratif.

Beliau menyebut bahwa SPS UNAIR telah memposisikan diri sebagai School of Collaborative Leadership. Hal ini selaras dengan arahan Rektor UNAIR yang mendorong semangat kewirausahaan dan inovasi di seluruh lingkungan akademik.

Prof. Romdhoni juga mengajak BRIDA dan KADIN untuk bersama-sama mengarahkan potensi unggulan UNAIR dari berbagai fakultas, seperti FK, FEB, dan FH, agar dapat menjawab tantangan daerah secara konkret.

Isu Kesehatan dan Arah Pengembangan Health Tourism

Sebagai dokter dan akademisi, Prof. Romdhoni menyoroti isu kesehatan yang memerlukan pendekatan multidisiplin. Ia memberikan contoh mengenai penanganan stunting yang selama ini dihadapi banyak pihak, namun masih menyisakan pertanyaan mengenai efektivitasnya.

Selain itu, ia menyoroti persoalan manajemen strategis rumah sakit seperti pengelolaan limbah medis (IPAL) dan layanan pencucian linen (CSSD) yang selama ini kurang mendapat perhatian. Menurutnya, persoalan kecil dalam pengelolaan IPAL dapat berdampak besar pada izin operasional rumah sakit.

Oleh karena itu, ia mengajak BRIDA dan KADIN untuk bersama-sama membangun Health Tourism yang tidak dimiliki provinsi lain. Model pariwisata kesehatan ini diharapkan dapat menjadi keunggulan kompetitif Jawa Timur. UNAIR, melalui para pakarnya di bidang hukum, ekonomi, psikologi, dan kedokteran, menyatakan kesiapan penuh untuk mewujudkannya.

Momentum Awal untuk Langkah Konkret

Prof. Romdhoni berharap Temu Bisnis ini menjadi momentum awal untuk menyusun langkah strategis bersama. Ia menyampaikan bahwa niat baik dan langkah kecil sekalipun dapat menghasilkan perubahan besar bagi Jawa Timur.

Pertemuan ini diharapkan mampu merumuskan rekomendasi konkret yang dapat segera diterapkan oleh seluruh pemangku kepentingan.

Hadirnya Pemangku Kepentingan dan Inovator

Acara Temu Bisnis ini dihadiri oleh Kepala BRIDA Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Timur, Fitra Jaya Purnama, serta jajaran wakil direktur, Guru Besar, Kepala Program Studi, perwakilan OPD, dan tamu undangan dari kalangan inovator dan pengguna. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem inovasi Jawa Timur.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)