Spirit Konferensi Asia-Afrika (KAA) ke-70 menjadi momentum penting untuk menyerukan kembali nilai-nilai solidaritas, kesetaraan, dan kerja sama antarbangsa. Semangat tersebut digaungkan dalam “70th Anniversary of Spirit Bandung – International Conference of Asia Africa”, yang digelar di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Kamis (30/10/2025).
Konferensi internasional yang mengusung tema “Youth Issue for Economic and Sustainable Development” ini dibuka dengan khidmat di Ruang Majapahit ASEEC Tower. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 150 peserta dari 19 negara, yang terdiri atas akademisi, aktivis sosial, pemimpin komunitas, serta jejaring ekonomi strategis dunia.
Panggilan untuk Kerja Sama Lintas Batas
Sambutan pembukaan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Prof. Ir. Mochammad Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D. Ia menegaskan bahwa momentum 70 tahun KAA adalah tonggak sejarah yang lahir dari perjuangan moral dan politik bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
“Ini adalah tonggak bersejarah yang 70 tahun lalu menghasilkan nilai-nilai solidaritas, rasa hormat, kesetaraan, dan kerja sama antarnegara,” ujar Prof. Amin.
Ia menambahkan bahwa semangat tersebut relevan untuk dihidupkan kembali di tengah tantangan global saat ini—mulai dari perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga transformasi digital. Semua ini menuntut kerja sama lintas batas negara dan disiplin.
Wakil Rektor UNAIR itu juga menyoroti peran generasi muda sebagai kekuatan penggerak perubahan dunia.
“Generasi muda kini menjadi motor inovasi dan harapan baru. Mereka kreatif, kritis, dan semakin sadar akan tanggung jawabnya dalam membangun dunia yang lebih adil dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kolaborasi UNAIR untuk Harmoni Global
Prof. Amin Alamsjah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan UNAIR dalam konsorsium peringatan 70 Tahun Spirit Bandung, bersama mitra nasional dan internasional. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan misi UNAIR untuk memajukan ilmu pengetahuan demi martabat manusia dan harmoni global.
“Izinkan saya menyampaikan apresiasi kepada para pembicara utama yang bergabung dari berbagai sektor dan benua,” ucapnya sebelum secara resmi membuka konferensi.
“Dengan mengucap Bismillah, atas nama Rektor, saya nyatakan Konferensi Internasional dan Interdisipliner ke-13 tentang 70 Tahun Semangat Bandung dibuka secara resmi,” tutupnya disambut tepuk tangan peserta dari berbagai negara.
Jaranan Disabilitas: Pesan Inklusivitas di Panggung Internasional
Pembukaan konferensi semakin bermakna dengan penampilan Tari Jaranan oleh anak-anak disabilitas binaan BK3S (Badan Kerja Sama Kegiatan Kesejahteraan Sosial).
Pertunjukan budaya ini menjadi simbol kuat dari inklusivitas dan kesetaraan, dua nilai utama yang melekat dalam semangat KAA. Kehadiran para penari disabilitas di panggung internasional menyampaikan pesan universal: bahwa pembangunan berkelanjutan harus merangkul semua elemen masyarakat tanpa kecuali.
“Martabat manusia tidak ditentukan oleh keterbatasannya, tetapi oleh kesediaannya untuk berkontribusi,” ujar salah satu panitia, menegaskan makna inklusif acara tersebut.
Membangun Harapan dan Solidaritas Global
Dengan semangat lintas generasi dan lintas negara, konferensi ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Asia dan Afrika.
Acara yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Oktober 2025, menghadirkan Prof. Akhmad Muzakki, Grad Dip SEA, M.Ag., M.Phil., Ph.D. (Rektor UINSA) dan Prof. Dr. Phil. Toetik Koesbardiati, DFM., PA.(K). (Guru Besar FISIP UNAIR) sebagai keynote speakers.
Kegiatan ini diprakarsai oleh konsorsium “70 Years Spirit Bandung” yang terdiri atas Universitas Airlangga (UNAIR), ALIT Indonesia, KADIN Jawa Timur, Gema Sadhana, Said Aqil Siradj Centre (SAS), serta APHMET/BASE.
Seluruhnya bersatu untuk meneguhkan kembali Spirit Bandung — solidaritas, keadilan ekonomi, dan kedaulatan bangsa — dalam menghadapi tantangan kemanusiaan abad ke-21.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)




