Surabaya – Suasana religius menyelimuti Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga (UNAIR) pada Kamis malam (31/7/2025) dalam acara “Universitas Airlangga Bersholawat”. Ratusan mahasiswa baru dan civitas akademika hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan orientasi mahasiswa baru dengan nuansa spiritual dan penuh makna.
Acara ini dipimpin langsung oleh Habib Achmad Edrus Alhabsy bersama putra-putranya dan Majelis Hadrah Menara Kudus. Hadir pula para tokoh penting UNAIR, termasuk Prof. Moh. Nasih, MT., Ak., mantan Rektor UNAIR dua periode sekaligus Ketua Takmir Masjid, serta Prof. Hadi Subhan dan Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR.
Jejak Spiritual Prof. Nasih: Dari Air Keran Masjid hingga Rektor UNAIR
Dalam sambutannya, Prof. Nasih mengisahkan momen personal sebagai mahasiswa baru UNAIR yang mencicipi air keran dari masjid kampus. “Ternyata minum air keran masjid UNAIR itu bisa mengantar ke kursi rektor,” candanya yang disambut tawa para hadirin.
Kisah ini menjadi simbol bahwa masjid kampus bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga sumber inspirasi, keberkahan, dan peradaban. Ia menyebut masjid sebagai tempat bernaung dan pembinaan karakter bagi seluruh mahasiswa.
Masjid Nuruzzaman: Tempat Ibadah, Literasi, dan Pembinaan Karakter
Meski proses renovasi belum rampung, penyambutan mahasiswa baru dilakukan lebih awal di Masjid Nuruzzaman. Menurut Prof. Nasih, hal ini penting agar mahasiswa sejak awal mengenal dan merasa nyaman di masjid kampus.
Guna menyesuaikan kebutuhan generasi digital, masjid kini dilengkapi fasilitas Wi-Fi kuat agar mahasiswa bisa mengerjakan tugas sambil tetap berada di lingkungan religius. “Kami ingin masjid ini juga menjadi tempat nyaman untuk belajar, seperti perpustakaan yang penuh literasi keagamaan,” jelasnya.
Sejarah Panjang Masjid UNAIR: Dari Langgar Raya hingga Nuruzzaman
Masjid kampus UNAIR memiliki sejarah panjang. Pada akhir tahun 70-an, bangunan ini hanya berupa “Langgar Raya” karena pembatasan pendirian masjid di kampus. Tahun 80-an, melalui swadaya dan semangat mahasiswa, masjid mulai dibangun dan direnovasi hingga kini.
Renovasi terbaru dilakukan secara total untuk menciptakan kenyamanan maksimal dalam beribadah. “Masjid ini pernah mengalami tiga kali renovasi besar, dan semua itu demi kemaslahatan umat di lingkungan kampus,” ungkap Prof. Nasih.
Mewujudkan Visi “Excellence with Morality” di Universitas Airlangga
Masjid Nuruzzaman menjadi bagian integral dari visi UNAIR yaitu “Excellence with Morality.” Prof. Nasih menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan moralitas.
“Kita sudah punya banyak fasilitas untuk otak—perpustakaan, gedung, laboratorium. Tapi masjid ini adalah tempat untuk membangun jiwa dan karakter mahasiswa.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berinfak dan berwakaf dalam pembangunan masjid. Nama “Nuruzzaman” sendiri berarti “cahaya bagi semesta dan bumi,” selaras dengan tagline UNAIR: “Mencerahkan Peradaban dan Memuliakan Kehidupan.”
Rangkaian Kegiatan Spiritualitas Mahasiswa Baru UNAIR
Acara “Universitas Airlangga Bersholawat” merupakan awal dari rangkaian kegiatan spiritual dan nasionalisme yang disiapkan untuk mahasiswa baru, di antaranya:
-
Tahfiz Qur’an (Jumat)
-
Dialog Kebangsaan (Sabtu)
Semua ini merupakan bagian dari komitmen UNAIR untuk menanamkan nilai religius, cinta tanah air, dan moralitas sejak awal masa studi.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)




