Universitas Airlangga Official Website

PPK Ormawa SEJATI UNAIR Perkenalkan Sistem Akuaponik di Desa Kendalrejo

Dokumentasi bersama Ibu Pelangi Migran Desa Kendalrejo dan Mahasiswa UNAIR usai kegiatan penyemaian akuaponik. (Foto: Istimewa).
Dokumentasi bersama Ibu Pelangi Migran Desa Kendalrejo dan Mahasiswa UNAIR usai kegiatan penyemaian akuaponik. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SEJATI Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar pembelajaran Pojok I-Farm di Desa Kendalrejo pada Rabu (27/8/2025). Pembelajaran tersebut mengususng tema TANIKAN Integrasi Tanaman dan Ikan yang berfokus pada akuaponik sederhana. Kegiatan itu membahas konsep pertanian terpadu melalui sistem akuaponik sederhana yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan budidaya tanaman dengan sasaran Ibu Pelangi Migran dan Petani Desa Kendalrejo.

Dalam paparannya, Ahmad Dzulfikar menjelaskan bahwa akuaponik merupakan solusi ramah lingkungan yang memanfaatkan hubungan timbal balik antara ikan dan tanaman. “Akuaponik bukan hanya hemat air, tetapi juga memberi hasil ganda. Ikan menghasilkan nutrisi, sedangkan tanaman membantu menyaring air agar tetap bersih bagi ikan,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pemilihan benih ikan sehat yang ditandai dengan gerakan lincah, warna cerah, dan bebas penyakit. “Jenis ikan yang cocok antara lain lele, nila, dan mujair. Untuk tanaman, kita bisa menanam kangkung, selada, pakcoy, bahkan cabai dan tomat,” ungkapnya.

Selain itu, Ahmad Dzulfikar juga memperkenalkan teknik penyemaian benih menggunakan media rockwool dan cocopeat. Media ini dinilai efektif menjaga kelembaban benih hingga siap dipindahkan ke instalasi akuaponik. 

“Tahap penyemaian harus dilakukan dengan teliti, karena pertumbuhan awal tanaman sangat menentukan hasil panen,” tambahnya.

Meski menjanjikan, sistem akuaponik juga memiliki tantangan. Fluktuasi kualitas air, serangan hama, hingga pertumbuhan tanaman yang tidak merata sering menjadi kendala. 

“Kualitas air seringkali menjadi masalah utama. Jika pH atau suhu tidak stabil, maka pertumbuhan ikan maupun tanaman bisa terganggu. Karena itu, perlu adanya filter sederhana, pengecekan pH, serta pemeliharaan rutin,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa akuaponik tidak hanya bermanfaat dari sisi ekologi, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan modal terbatas, masyarakat bisa memanen ikan dan sayuran sekaligus. Peserta pun tampak antusias mengikuti sesi ini, terutama saat diperlihatkan contoh instalasi sederhana yang bisa diterapkan di rumah.

“Sekali panen, kita bisa memperoleh dua hasil sekaligus: ikan dan sayuran. Inilah yang membuat akuaponik layak dikembangkan sebagai solusi pertanian berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis : Dheva Yudistira Maulana

Editor : Khefti Al Mawalia