UNAIR NEWS – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SEJATI UNAIR menggelar Monitoring dan Evaluasi serta pembentukan pengurus enam pojok literasi pada Sabtu (30/08/2025) di Balai Desa Kendalrejo. Kegiatan ini melibatkan Direktorat Kemahasiswaan UNAIR dan perangkat desa setempat. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan pojok literasi, mempererat kerja sama dengan komunitas lokal, serta mendorong minat baca dan keberlanjutan program di Desa Kendalrejo Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi.
Ketua pelaksana, Dewi Roso Wulan, menyampaikan bahwa hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar untuk melanjutkan dan mengembangkan program pojok literasi agar lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan setiap pojok literasi benar-benar memberikan dampak nyata bagi warga,” tegasnya.
Pojok Literasi Jadi Pilar Transformasi Desa Kendalrejo
Ia menjelaskan bahwa program SEJATI tidak hanya sebatas kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi dirancang sebagai upaya jangka panjang untuk membangun kemandirian desa. Menurutnya, berbagai fasilitas edukasi seperti Pojok Life Skill, Pojok IT, Pojok Healthcare, Pojok I-Farm, Pjok Kewirausahaan, dan Pojok Aksara dihadirkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sesuai kebutuhan zaman.
“Kami ingin warga Kendalrejo mendapatkan akses pembelajaran yang mudah, relevan, dan berkesinambungan, baik di bidang kesehatan, teknologi, maupun ekonomi kreatif,” ujarnya.
Sementara itu, wakil ketua, Indah Tri Utami, menambahkan bahwa keberhasilan program SEJATI tidak lepas dari kolaborasi dengan perangkat desa, mitra, serta keterlibatan aktif masyarakat. “Program ini kami rancang berbasis kebutuhan warga, sehingga setiap pojok edukasi dapat dimanfaatkan secara langsung oleh berbagai kelompok sasaran, mulai dari anak-anak sekolah dasar, remaja, hingga orang tua,” jelasnya.
Terkait hal ini, Putu Aditya Ferdian Ariawantara, S IP M KP perwakilan Direktorat Kemahasiswaan UNAIR, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mampu merancang program berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat desa. “Program SEJATI menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di kampus, tetapi juga di tengah masyarakat. Kami berharap program seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lokalnya,” ungkapnya.
Hingga saat ini, tim SEJATI telah melaksanakan berbagai agenda, antara lain koordinasi awal bersama perangkat desa, penyusunan kurikulum dan modul literasi, pembangunan fasilitas pojok edukasi, hingga kelas kreatif bersama anak SD. Selain itu, tim juga melakukan pemetaan potensi desa, penyusunan buku cerita edukatif, serta menyiapkan artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan sebagai luaran program.
Ke depan, lanjutnya, tim berencana memperkuat kerja sama dengan mitra strategis dan menjadikan Kendalrejo sebagai desa binaan. Dengan demikian, keberlanjutan program dapat terjaga sekaligus menjadi model pengembangan desa cerdas di wilayah Banyuwangi. “Kami berharap Desa Kendalrejo mampu menjadi pionir dalam memadukan literasi, kesehatan, dan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Dewi.
Penulis : Dheva Yudistira Maulana
Editor : Khefti Al Mawalia





