Diare merupakan kondisi dimana seseorang buang air besar (BAB) dalam bentuk yang lebih lembek atau cair dan terjadi lebih sering dari biasanya. Meski dapat dicegah, Diare masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian pada anak di seluruh dunia, termausk di Indonesia. Diare menyebabkan 14% kematian, pada anak di Indonesia pada tahun 2021 dengan rentang usia 29 hari hingga – 11 bulan dan 10,3% kematian pada balita usia 12-59 bulan.
Diare disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti infeksi virus, bakteri, parasit, atau jamur pada sistem pencernaan dalam tubuh. Sedangkan pada anak, Sebagian besar penyebab diare pada anak adalah infeksi virus. Dengan tingginya angka kejadian diare, pencegahan terhadap penyakit diare terutama paada anak memerlukan metode yang efektif, salah satunya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak yang didukung dengan kompisisi microbiota atau bakteri normal dalam tubuh.
Lingkungan memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan anak, termasuk pola makan, kebersihan, dan penggunaan obat-obatan seperti antibiotic. Hal-hal tersebut dapat merubah komposisi bakteri baik dalam system pencernaan sehingga dapat menyebabkan penyakit seperti diare. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, Anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak atau daycare beresiko lebih tinggi terhadap penyakit diare. Hal ini disebabkan karena anak lebih sering terpapar dengan lingkungan yang tidak higienis. Pada penelitian lain juga ditemukan adanya perubahan susunan bakteri pada saluran pencernaan anak setelah mereka berhenti disapih dan mulai mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI), sehingga hal ini menunjukkan bahwa nutrisi yang diterima oleh anak berpengaruh pada sistem kekebalan tubuhnya.
Sistem pencernaan memiliki peran penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh terutama pada anak. Bakteri probiotik membutuhkan bakteri prebitoik dalam menjalankan fungsinya sebagai bakteri baik dalam sistem pencernaan. Pada penelitian yang dilakukan pada 342 anak sebelumnya, ditemukan bahwa bakteri prebiotic dalam susu formula dapat mengurangi infeksi usus pada anak yang sehat, terutama pada usia di bawah 1 tahun.. Sebuah penelitian di Taiwan juga menyimpulkan bahwa pemberian suplemen bakteri probiotik L. casei pada pasien diare akut dapat mengurangi tingkat keparahan diare dengan mencegah peradangan dan meningkatkan sistem antibodi.
Kami menyadari bahwa bakteri probiotik dan prebiotik memberikan manfaat pada penderita diare akut pada anak. Menurut Europoean ociety for Pediatric Gastroenterologu, Hepatology, dan Nutrition (ESPGHAN) pemberian probitoik dan prebiotik pada anak yang sehat aman untuk dilakukan, namun tidak banyak penelitian yang menyimpulkan agar pemberian bakteri probiotik dan prebiotik pada anak dilakukan secara rutin. Sehingga hal ini menjadi dasar kami dalam melakukan penelitian untuk mengetahui apakah probiotik dan prebiotik lebih optimal untuk digunakan secagai salah satu metode pencegahan diare akut.
Pada penelitian ini, kami menyertakan 162 anak dari 12 tempat penitipan anak yang berbeda dan berasal dari kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dengan status sosioekonomi yang hampir sama. Kelompok anak yang kami ikutkan adalah anak dengan rentang usia 1-5 tahun yang tidak alergi terhadap laktosa atau susu sapi, sakit, pernah menerima probiotik dan prebiotik dalam 2 minggu sebelum penelitian ini, dan masih menyusui secara eksklusif. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juli 2007 sampai Januari 2008.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian susu formula untuk tumbuh kembang anak yang diperkaya dengan bakteri probiotik dan prebiotik secara klinis dan statistik memberikan manfaat yang besar dalam mengurangi kejadian diare akut pada anak usia 1-5 tahun dibandingkan dengan anak yang tidak menerima bakteri probiotik dan prebiotik. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Spanyol dengan menggunakan jenis probiotik yang berbeda dari Air Susu Ibu (ASI). Hasil juga menunjukkan kelompok anak yang menerima bakteri prebiotik memiliki jumlah kasus diare paling sedikit. Hal ini serupa dengan Penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa pemberian susu formula yang mengandung bakteri prebiotik pada anak dapat mempengaruhi kondisi feses menjadi labih baik.
Dari hasil penelitian ini kami menyimpulkan bahwa pemberian bakteri Probiotik dan Prebiotik pada anak usia 1-5 tahun dapat secara signifikan mengurangi kasus diare akut pada anak, sehingga metode ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk pencegahan efektif diare pada anak.
Penulis : Dr. dr. Alpha Fardah Athiyyah, SpA(K)
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
ijpp2641-7197v17n1-27-32.pdf (nchpjournals.com)
Sudarmo S. M., Ranuh, R. G., Athiyyah S. F., Darma A., Diana V., Hidajat B., Hidayati S. N., Endaryanto A., (2022). The Effects of Probiotic and Prebiotic Administration in Children With Acute DIarrhea at Day-Care Centers. International Journal of Probiotics and Prebiotics, 17(4). 27-32.





