UNAIR NEWS – Asosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (PROBSI) Cendekia sukses menggelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025. Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai tuan rumah menggelar kegiatan ini pada Selasa (21/10/2025) dan bertempat di Hotel Elmi, Surabaya.
Hadir dalam acara ini para Kepala Program Studi (Kaprodi), dosen, dan pakar jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Acara ini bertujuan merespon dinamika kebijakan pendidikan serta tantangan terkini bidang bahasa dan sastra. Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR, Dr Syahrur Marta Dwi Susilo SS MA PhD turut memberi sambutan hangat dan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
“Bapak Ibu sekalian, saya rasa apa yang dilakukan oleh pemerintah maupun para pengambil kebijakan tidak lepas dari kondisi dunia yang sangat dinamis. Bagaimana perkembangan dunia dalam hari-hari ini, apalagi dengan perkembangan teknologi yang tanpa batas,” terangnya.

Diskusi Strategis
Acara ini juga menjadi suatu wadah yang strategis untuk mendiskusikan penyesuaian dan standar kompetensi lulusan. Ketua PROBSI Cendekia, Dr Pujiharto SS MHum menyampaikan harapannya melalui jalannya diskusi. Ia berharap banyak saran-saran dari para peserta kegiatan demi penyempurnaan kebijakan.
“Jadi saya harap kepada Bapak Ibu Kaprodi yang intens berdiskusi itu mohon sekiranya bisa memberikan masukan untuk penyempurnaan instrumen dari LAM HUM. Ini memang nanti diskusinya intens, bisa menghadapi persoalan-persoalan kaprodi, karena LAM HUM hadir untuk mengakomodasi kekhasan” sebutnya.
Satukan Persepsi
Sejalan dengan pernyataan Pujiharto, Kaprodi Basasindo UNAIR, Dr Mochtar Lutfi SS MHum mengungkapkan adanya tantangan yang berbeda bagi setiap wilayah. Menurutnya penting untuk menyamakan persepsi untuk menentukan arah kebijakan yang tepat demi menunjang kompetensi yang mumpuni.
“Saya harap nanti ada hasil yang kita sepakati. Kami menyampaikan di forum PROBSI bahwa profil itu bisa berbeda tergantung pada tantangan wilayah yang berbeda juga. Tetapi, kompetensi capaian perusahaan bisa kita sepakati,” ujarnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto





