Universitas Airlangga Official Website

Prof Matousek Jelaskan Dinamika Ketidakstabilan Keuangan Pasca Pandemi Covid-19

UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) gelar Guest Lecture bertajuk The Post-COVID Pandemic and the Financial (In)stability: What to Expect pada Selasa (11/3/2025). Guest Lecture disampaikan oleh Prof Roman Matousek, Professor of Financial Economics dari Queen Mary University of London. Prof Matousek menggarisbawahi pentingnya analisis mendalam untuk memetakan skenario pemulihan ekonomi global dan menghindari jebakan ketidakstabilan finansial yang berkelanjutan. 

Mengacu pada Financial Instability Hypothesis (FIH) yang dikemukakan oleh Hyman Minsky, Prof Matousek menjelaskan bahwa periode kemakmuran yang panjang sering kali menjadi benih krisis berikutnya. Fenomena ini disebut sebagai Minsky moment, yaitu saat nilai aset tiba-tiba anjlok akibat peningkatan hutang yang tak terkendali. 

“Inti dari Hipotesis Ketidakstabilan Keuangan (FIH) Minsky adalah bahwa sistem keuangan akan tetap aman dan stabil selama perusahaan masih bisa mengelola dan membayar utangnya,” ujar Prof Matousek.

Pandemi Covid-19 dan krisis keuangan global (GFC) 2008 memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi keduanya mengekspos ketidaksiapan para pengambil kebijakan. Pada tahap awal, respons terhadap pandemi bersifat kacau dan tidak terkoordinasi. Hal itu serupa dengan reaksi awal saat GFC melanda. 

“Ketidaksiapan ini diperparah dengan penurunan likuiditas, devaluasi aset, serta runtuhnya rantai pasok global yang semakin memperburuk kontraksi ekonomi,” jelasnya. 

Prof Matousek juga menyoroti bagaimana pandemi mempercepat peningkatan hutang global, menciptakan tekanan inflasi yang semakin sulit dikendalikan. Di Amerika Serikat, The Fed membeli 81 persen dari obligasi negara yang baru diterbitkan pada tahun 2020, sementara di Eropa, ECB membeli hingga 119 persen. 

“Tingkat utang yang tinggi menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan, apalagi kalau melihat pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof Matousek mengingatkan bahaya fenomena zombie firms yang berpotensi melemahkan sektor perbankan. Perusahaan-perusahaan ini meski tidak lagi menguntungkan, dapat membebani portofolio bank dan memicu lonjakan kredit bermasalah (non-performing loans).

Sebagai penutup, Prof Matousek mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan asimetri informasi, menghambat alokasi sumber daya yang produktif, dan memperbesar kemungkinan munculnya Minsky moment baru. Oleh karena itu, para pengambil kebijakan perlu merumuskan langkah-langkah proaktif dan terukur untuk menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.

“Harapannya akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dapat bersinergi dalam merancang strategi pemulihan yang tangguh dan berkelanjutan, demi mewujudkan stabilitas ekonomi global yang lebih kuat pasca pandemi,” ujarnya.

Penulis: Nafiesa Zahra

Editor: Khefti Al Mawalia