Universitas Airlangga Official Website

PUI-PT Bisnis Berkelanjutan UNAIR Selenggarakan ESGI Dataset Business Plan Competition

ESGI Dataset menggelar ESGI Dataset Business Plan Competition (ED-BPC) 2025. Kompetisi ini terselenggara di bawah naungan Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga (UNAIR) (Foto: CESGS UNAIR_

UNAIR NEWS – Untuk membuka ruang bagi generasi muda dalam mewujudkan ide-ide inovatif yang tak hanya berfokus pada profit, tetapi juga berdampak sosial dan lingkungan, ESGI Dataset menggelar ESGI Dataset Business Plan Competition (ED-BPC) 2025. Kompetisi ini terselenggara di bawah naungan Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga (UNAIR) atau Center of Excellence for Sustainable Business (PUI-PT Bisnis Berkelanjutan).

Kompetisi nasional perdana ini mengangkat tema “Tech-Powered Sustainability: Business Innovation for Responsible Growth”. Business plan competition ini menekankan pentingnya teknologi dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Target dari kompetisi ini adalah mahasiswa aktif program Sarjana (S1) sederajat dan Pascasarjana (S2), yang terdiri dari tim 2-3 orang, dan dapat berasal dari universitas berbeda di Indonesia.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong mereka memahami dan mengimplementasikan bagaimana teknologi dan data menjadi fondasi pengambilan keputusan yang cerdas sekaligus berorientasi keberlanjutan. “Kami ingin menampung aspirasi anak muda yang selama ini punya gagasan besar namun belum mendapatkan platform yang memadai,” ujar Prof Iman Harymawan, Pemimpin CESGS UNAIR.

Direktur AGE UNAIR, Prof Iman Harymawan SE MBA PhD (foto: dok istimewa)
Pemimpin CESGS UNAIR, Prof Iman Harymawan SE MBA PhD (foto: dok istimewa)

Prof Iman menegaskan, melalui ED-BPC 2025 mahasiswa tidak hanya berpikir kreatif. Tetapi juga memahami pentingnya aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam setiap inovasi bisnis. Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya soal isu lingkungan, tetapi juga keadilan sosial, tata kelola yang baik, dan tanggung jawab bisnis terhadap masyarakat. Prof Iman menambahkan, “ESG bukanlah sesuatu yang baru atau asing. Melainkan sebuah kerjasama tim, baik di tingkat korporasi maupun institusi pendidikan dan harus menjadi bagian integral dari inovasi.”

Kompetisi ini akan akan terlaksana dalam tiga tahap, yaitu Preliminary, Semifinal, Final. Rangkaian acara mencakup technical meeting online, mentoring session, pitching day, hingga seminar nasional. Total hadiah senilai Rp 30 juta tersedia untuk para pemenang. Serta berbagai manfaat tambahan seperti e-certificate, akses gratis seminar, mentoring, kesempatan magang di CESGS, dan voucher diskon akses database ESGI Dataset.

Pendaftaran untuk kompetisi ini dibuka secara daring mulai 25 hingga 31 Oktober 2025 melalui tautan resmi yang telah disediakan. Panitia menegaskan bahwa tidak ada biaya yang dipungut pada tahap pendaftaran awal maupun saat pengumpulan proposal Business Model Canvas.

“Kami berharap tim-peserta tidak hanya menyajikan gagasan yang menarik dari sisi teknologi. Tetapi juga mampu menunjukkan bagaimana solusi tersebut dapat terimplementasi secara nyata, memberikan dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat dan tata kelola bisnis berkelanjutan,” tutup Prof. Iman.

Penyelenggara berharap agar tim-tim yang tertarik segera memanfaatkan periode pendaftaran dan mempersiapkan diri untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan solusi bisnis berbasis data yang berkelanjutan.

Penulis: CESGS UNAIR

Editor: Yulia Rohmawati