n

Universitas Airlangga Official Website

Pupuk Semangat Kesatuan UKM PRAMUKA UNAIR Melalui “Gelanggang Galang”

UKM UNAIR
Aksi peserta Gelanggang Galang di UNAIR Kampus C. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – UKM Pramuka Universitas Airlangga mengadakan perlombaan tingkat Jawa Timur bertajuk “Gelanggang Galang 2018” pada pertengahan September lalu. Bertempat di Kampus C UNAIR, kegiatan digagas untuk menggalang semangat kesatuan pramuka serta sebagai wujud kepedulian UKM Pramuka UNAIR terhadap kemajuan pendidikan kepramukaan. Tema yang diambil mengusung konsep peningkatan kreasi dan inovasi yang berbasis intelektualitas.

“Total peserta lomba sebanyak 296 orang yang diikuti oleh seluruh pelajar SMP di Jawa Timur,” tutur Afifah Iftah Nurul Isnaini, ketua Gelanggang Galang 2018.

Mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2016 itu mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang berkumpulnya pramuka penggalang se-Jawa Timur. Hal itu, lanjutnya, sebagai sarana meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan dalam bidang kepramukaan.

Tak lupa, hal itu mendorong semangat partisipan dalam berkompetisi. Selain itu, lomba-lomba yang diinisiasi mengandung unsur mental, ketangkasan, dan seni budaya. Gelanggang Galang menagajak para partisipan untuk fokus mengembangkan unsur-unsur itu.

“Kegiatan yang dilombakan terdiri dari Lomba Cerdas Cermat (LCC), Karikatur, Hasta Karya, Yel- Yel, dan Miniatur Pioneering,” ujar Afifah Iftah

Gelanggang Galang menurut Afifah Iftah memiliki makna “gelanggang” yaitu tempat berkumpul untuk beradu skill atau bertempur. Sedangkan galang diambil dari kata “penggalang”, yakni tingkatan usia pada pramuka yang berkisar antara 11-15 tahun.

Afifah Iftah berujar, bagi para anggota Pramuka UNAIR “Gelanggang Galang 2018” menjadi salah satu ajang menempa diri untuk lebih baik ke depannya. Pembelajaran yang luar biasa bermakna terlepasdari banyaknya hambatan dan kekurangan yang ada.

Hal yang menarik bagi Afifah Iftah ialah ketika kompetisi seperti ini dapat menjadi ajang silaturahmi. Saling bertukar cerita dari tiap-tiap pangkalnya.

“Saya berharap di tahun-tahun yang akan datang, “Gelanggang Galang” semakin berbenah secara teknis maupun non teknis, serta dari segi sumber daya manusia (SDM). Belajar dari kesalahan yang sudah dibuat,”pungkasnya

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Nuri Hermawan