Universitas Airlangga Official Website

Pusat Halal Gandeng UKMKI UNAIR Beri Pelatihan Juru Sembelih Halal dan Profesional

UNAIR NEWS – Pusat Halal Universitas Airlangga berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) UNAIR berhasil menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal dan Profesional, Sabtu (2/7). Bertempat di Gedung ASEEC Lantai 4 Ruang Rote, pelatihan dihadiri oleh 120 peserta yang berasal dari berbagai profesi, mulai dari dosen hingga masyarakat umum.

Tiga pemateri diundang dalam mengisi pelatihan. Yakni KH Ainul Yaqin MSi MAg selaku Ketua MUI Jatim sekaligus Auditor Halal LPPOM MUI Jatim, Prof Dr Mustofa Helmi Effendi DTAPH drh selaku Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR, dan Hanief Adzhar sebagai Ketua Umum Juru Sembelih Halal (JULEHA) Jatim. Ketiganya merupakan tokoh kompeten di bidangnya.

Pelatihan berisi tiga materi yang diambil dari masing-masing sudut pandang ulama, dosen, dan juru sembelih hewan. Praktik langsung penyembelihan halal dan profesional yang bertempat di lapangan belakang Masjid Nuruzzaman juga dilakukan dengan maksud agar peserta dapat melihat langsung praktik penyembelihan dan mengimplementasikan materi yang telah disampaikan.

Mula-mula, peserta dibagi menjadi tujuh kelompok berbeda dengan masing-masing kelompok berisikan tiga belas orang. Kemudian, satu perwakilan dalam tiap kelompok sebagai relawan penyembelih hewan yang telah disediakan.

Dalam sambutannya, Abdul Rahem selaku Ketua Pusat Halal Universitas Airlangga memaparkan tujuan dilaksanakannya pelatihan. “Ini salah satunya sebagai media peserta dalam mengetahui dan memperdalam fiqih kurban, kesehatan hewan, dan seputar penyembelihan untuk menyambut Hari Raya Idul Adha mendatang,” ucap Abdul Rahem.

Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dilatarbelakangi dari adanya kekhawatiran yang muncul akibat pengetahuan akan penyembelihan halal semakin minim di masyarakat. Padahal hal tersebut merupakan pengetahuan penting. Terutama, bagi juru sembelih apalagi penyembelihan memengaruhi halal-haramnya suatu daging hewan untuk dikonsumsi.

“Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak juru sembelih halal supaya keraguan tadi dapat terhapuskan,” tandasnya. (il)