Universitas Airlangga Official Website

Puspadaya Workshop Kembangkan Program Gizi Tingkat Desa di Banyuwangi

Puspadaya Panel Workshop Hari Pertama pada Selasa (25/2/2025) (Foto: UKIP FIKKIA)
Puspadaya Panel Workshop Hari Pertama pada Selasa (25/2/2025) (Foto: UKIP FIKKIA)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Puspadaya Workshop Panel. Kegiatan tersebut membahas co-design sistem data terpadu untuk pemberdayaan kader kesehatan dalam proses pengambilan keputusan program gizi berbasis desa. Kegiatan berlangsung di Ruang Ijen 1-2, Santika Hotel Banyuwangi pada Selasa (25/2/2025) hingga Rabu (26/2/2025). Hadir perwakilan dari kementerian kesehatan, ditjen dukcapil kemendagri, Bappenas, dan kementerian desa. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Maluku Tengah sebagai tempat pilot project juga hadir dalam gelaran tersebut.

Susy Katikana Sebayang SP MSc PhD mengatakan Puspadaya (Pengambilan Keputusan untuk Perempuan Berdaya) meningkatkan kapasitas kader posyandu masyarakat dalam pengumpulan dan interpretasi data. Sehingga mereka dapat bernegosiasi dengan perangkat wilayah desa untuk mengembangkan program gizi pada tingkatan itu. 

“Tujuan utama adalah kader mampu bernegosiasi dengan kepala desa melalui hasil data yang tampil pada sistem. Kader berdaya akan membuat status gizi semakin meningkat,” katanya.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini dalam pengelolaan data kesehatan adalah penyatuan berbagai sistem yang digunakan oleh pemangku kepentingan. Maka kegiatan Puspadaya workshop panel bertujuan membahas co-design antarlembaga nasional dan mitra. Tujuannya adalah untuk mengkolaborasikan dan menyelaraskan dengan program tingkat nasional jangka menengah dari 2025-2029. “Melalui sistem integrasi data, banyak data yang harus terkumpul dan membutuhkan waktu,” jelas Dosen Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR itu.

Dalam memastikan keandalan sistem puspadaya, tim peneliti terdiri dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR. Tim riset, implementasi, dan pengembangan di Maluku akan diakomodir oleh Universitas Pattimura. Sedangkan, pengembangan aplikasi melalui Politeknik Negeri Banyuwangi dan program mendapatkan pendampingan mitra international yaitu University of Sydney. Proses pengembangan sistem integrasi data itu telah melalui studi formatif, pengembangan modul, hingga pembuatan aplikasi dan dashboard.

Daerah yang menjadi sasaran implementasi sistem Puspadaya adalah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kedua daerah tersebut memiliki karakteristik remote dengan kekhasan berbeda.

Kesuksesan Banyuwangi dalam implementasi berbagai inovasi walau memiliki jarak yang jauh dengan ibu kota. Sedangkan Maluku Tengah memiliki wilayah pulau pulau kecil yang terpisah dengan akses terbatas. “Kesuksesan tersebut ingin kami coba aplikasikan ke wilayah Maluku Tengah yang memiliki keterbatasan akses dengan karakteristik remote,” ujarnya.

Aplikasi Puspadaya juga mencatat beban kerja kader dengan mencatat berbagai tipe tugas yang mereka lakukan, waktu dan jarak tempuh pada saat kunjungan rumah. Puspadaya juga membantu untuk mengembangkan keterampilan kader dalam menggunakan aplikasi, menginterpretasi data yang mereka kumpulkan sendiri, melakukan presentasi hasil pengumpulan data, dan negosiasi kepada pihak terkait agar program gizi desa menjadi lebih baik. “Keterampilan menjadi modal penting bagi kader untuk terlibat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan gizi tingkat desa,” tutup Susy.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Yulia Rohmawati