Universitas Airlangga Official Website

Putu Bagus Aan Giri Wiguna, Mahasiswa Sistem Informasi UNAIR, Raih Beasiswa Pelindo 2025

Potret Putu Bagus Aan Giri Wiguna, salah satu penerima Beasiswa Pelindo 2025 (Foto : Narasumber)
Potret Putu Bagus Aan Giri Wiguna, salah satu penerima Beasiswa Pelindo 2025 (Foto : Narasumber)

UNAIR NEWS – Putu Bagus Aan Giri Wiguna, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil menjadi awardee beasiswa Pelindo 2025, sebuah program beasiswa persembahan dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Beasiswa Pelindo merupakan program yang ditujukan untuk mahasiswa berprestasi dengan tujuan untuk membantu biaya pendidikan dan pengembangan diri. Program ini terdiri dari beberapa jenis, termasuk Beasiswa Pelindo Prestasi dan Beasiswa Mutiara Pelindo. Bantuan berwujud beragam, mencakup biaya pendidikan, dana skripsi, program pengembangan diri, serta kesempatan untuk memperluas jaringan profesional melalui berbagai kegiatan PT Pelabuhan Indonesia.

Perjalanan dalam Pendaftaran

Keputusan Aan untuk mengikuti program beasiswa ini bermula dari dorongan pasangannya yang menginspirasinya untuk mengikuti beasiswa apapun yang bisa menunjang pendidikan dan pengembangan diri. “Awalnya saya tertarik ikut beasiswa ini karena dorongan dari pasangan saya. Dia selalu menyemangati saya untuk tidak ragu mencari kesempatan,” ujar Aan.

Aan juga menceritakan perjalanan yang penuh tantangan saat mendaftar Beasiswa Pelindo. Ia mengaku menjalani seluruh proses pendaftaran sendirian tanpa informasi yang jelas dari pihak manapun. “Selama proses pendaftaran, saya benar-benar melakukannya sendiri. Saya tidak mendapatkan informasi apapun dari teman-teman atau pihak kampus mengenai beasiswa ini. Bahkan, saya juga mencari informasi lewat kating dan internet, tetapi tidak menemukan apa-apa,” ujar Aan.

Aan kemudian baru mengetahui bahwa Beasiswa Pelindo adalah program beasiswa yang dibuka untuk pertama kalinya. Meskipun begitu, ia tetap memutuskan untuk melanjutkan proses pendaftaran meskipun tanpa banyak informasi. Namun, kendala tidak berhenti di situ. Setelah berhasil melewati seleksi berkas, Putu hampir kehilangan kesempatan untuk mengikuti tahap selanjutnya karena ia tidak mengetahui bahwa perlu pendaftaran ulang juga.

“Setelah seleksi berkas selesai, saya ketinggalan informasi bahwa saya harus melakukan pendaftaran ulang. Ternyata, saya sudah lulus seleksi berkas, tapi belum melengkapi proses pendaftaran ulang. Untungnya, pihak akademik menghubungi saya melalui chat dan memberitahukan bahwa saya harus segera melengkapi persyaratan tersebut,” tambah Aan.

Beruntung, berkat komunikasi yang cepat dari pihak akademik, Aan bisa melanjutkan ke tahap berikutnya dan akhirnya meraih Beasiswa Pelindo.

Kesan dan Pengalaman

Meskipun awalnya tidak menyangka bisa mendapatkan Beasiswa Pelindo di kesempatan pertama, Aan merasa sangat senang dan bersyukur atas pencapaiannya ini. “Kesannya sih senang banget, karena nggak nyangka bisa langsung tembus beasiswa di kali pertama saya coba,” ujar Aan dengan semangat.

Aan juga menambahkan bahwa keberhasilannya meraih beasiswa ini mengajarkan dirinya untuk lebih berani menghadapi tantangan baru. “Pesan yang bisa saya ambil dari pengalaman ini adalah, kita harus berani mengambil tantangan baru. Meskipun mungkin nggak lolos, setidaknya kita mendapatkan pengalaman yang bisa dipelajari untuk langkah selanjutnya,” katanya.

Proses seleksi Beasiswa Pelindo terdiri dari seleksi berkas dan wawancara. Aan mengungkapkan bahwa proses wawancara berjalan cukup lancar lebih banyak berfokus pada pengalaman pribadi. “Menurut saya, pertanyaan interview-nya basic-basic aja. Banyak yang nanya soal pengalaman pribadi, jadi saya bisa menjawab dengan lebih leluasa,” tambah Putu, yang merasa nyaman selama sesi wawancara tersebut.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Ragil Kukuh Imanto