Universitas Airlangga Official Website

QS Adakan Workshop QS Analytics untuk Pahami dan Tingkatkan Performa Institusi

Ben Sowter, Senior Vice Presiden membuka QS Analytics users’ community workshop yang diadakan (8/11/2023) di Breakout Room 2 – Hospitality Suite 8M (Level 4), KL Convention Center. (Foto: Istimewa)
Ben Sowter, Senior Vice Presiden membuka QS Analytics users’ community workshop yang diadakan (8/11/2023) di Breakout Room 2 – Hospitality Suite 8M (Level 4), KL Convention Center. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Berbagai kegiatan diskusi, presentasi, workshop dan pameran digelar Quacquarelli Symonds dalam konferensi tahunannya, QS Higher Ed Summit: Asia Pacific. Di edisi 2023 ini, konferensi dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia dengan Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai tuan rumah. Salah satu workshop yang diikuti oleh delegasi Universitas Airlangga (UNAIR) adalah QS Analytics users’ community workshop yang diadakan (8/11/2023) di Breakout Room 2 – Hospitality Suite 8M (Level 4), KL Convention Center.

Kegiatan ini adalah kegiatan terbatas untuk komunitas pengguna QS Analytics, UNAIR mengirimkan dua orang dari tim Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP), Dr Eng Patmawati SPi MSi dan Sa’idah Zahrotul Jannah SSi MStat, untuk ikut serta dalam workshop tersebut.

“QS Analytics adalah dasbor yang dirancang oleh QS untuk mengetahui lebih dalam mengenai nilai capaian setiap indikator yang diukur dalam QS WUR. Misal, pada indikator Academic Reputation, universitas dapat mengetahui detail nominasi yang diterima dan melakukan benchmark dengan universitas lain. Hal ini dapat menjadi insight bagi universitas untuk mengetahui capaian kinerja dan strategi untuk menjadi world class university,” kata Sa’idah Zahrotul Jannah kepada UNAIR NEWS.

Oleh karena itu, lanjut Sa’idah, QS membentuk komunitas pengguna QS Analytics dan mengadakan sesi tersebut untuk saling memberikan insight dan praktik baik dari apa yang didapatkan melalui QS Analytics.

Workshop tersebut menghadirkan 5 pembicara, Ben Sowter, Senior Vice President dan Juan Carlos Mejía-Cuartas, Intelligence Unit Experience Manager dari QS Quacquarelli Symonds dan 3 pembicara dari perwakilan universitas. Ben Sowter memberikan presentasi tentang pengambilan keputusan berdasarkan data, 3 perwakilan universitas menunjukkan praktik-praktik baik yang mereka lakukan, sedangkan Juan Carlos mempresentasikan hal baru/update dari QS Analytics dan juga membimbing praktik langsung untuk menyiapkan peer lists yang disetor untuk periode 2025.

Beberapa hal baru yang disampaikan tentang QS World University Rankings: Sustainability, International Research Network Index dan Employment Outcomes. QS WUR: Sustainability terkait erat dengan pencapaian UN’s 17 SDGs. “Ini lebih mengevaluasi dampak sosial dan lingkungan dari universitas sebagai pusat dari pendidikan dan penelitian yang juga menghadapi tantangan isu keberlanjutan dalam operasionalnya,” ucap Saidah.

Sedangkan International Research Network Index merupakan sebuah pengukuran dari global engagement, khususnya bagaimana institusi-institusi bekerja sama dan mempertahankan kerja sama. “Kerja sama atau kolaborasi yang dimaksud disini lebih ke bidang riset yang menghasilkan publikasi bersama peneliti-peneliti lain di belahan bumi yang lain untuk menyelesaikan tantangan global dan mendiseminasikan riset yang penting,” Saidah menambahkan.

Terkait Employment Outcomes, QS percaya bahwa lulusan dengan karir yang cemerlang dan sukses adalah tujuan utama dari pendidikan tinggi. Untuk itulah, QS menambahkan indikator yang bisa menunjukkan kemampuan universitas dalam mempertahankan tingginya serapan dari lulusan ke dunia kerja, selain juga mencetak pemimpin-pemimpin di masa depan yang memberi dampak di bidangnya masing masing. “Metrik yang dipakai untuk indikator ini ada dua: jumlah lulusan yang diserap dunia kerja dan dampak alumni,” pungkas dosen Fakultas Sains dan Teknologi tersebut.